The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

The Mortal Instruments: City of Bones adalah film adaptasi best-selling novel untuk young-adult kedua yang saya saksikan Agustus 2013 ini, setelah Percy Jackson: Sea of Monsters. Jika Sea of Monsters terjebak dalam eksplorasi kisahnya sendiri, City of Bones justru terjebak dalam orisinalitas kisahnya sendiri. I wouldn’t say it’s a bad movie; it’s just a disappointing one. Well, there’s more. Click here!

Advertisements

Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)

Jeda 3 tahun sejak rilisnya The Lightning Thief menuju Sea of Monsters mungkin sudah mereduksi sebagian besar memori akan franchise adaptasi buku Rick Riordan ini. Pamor Percy Jackson pun jauh tertinggal dari pendahulunya, Harry Potter, dan penerusnya, The Hunger Games. Terlebih, Logan Lerman, si Percy Jackson, pun lebih dikenal lewat The Perks of Being A Wallflower. Lantas, bagaimanakah nasib franchise ini dalam Sea of Monsters? Continue reading Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)

Spring Breakers (2012):Disney Girls Gone Bad!

Meskipun terlihat vulgar dan seronok dengan beach party dan bravura-nya, Spring Breakers bukanlah film “murahan” maupun komedi sensual yang memberi label buruk pada film-film coming of age. Dengan menampilkan dua mantan Disney princesses beserta teman-teman sexy-nya, ditambah aktor yang sedang naik daun, serta dibesut oleh sutradara film-film semi-arthouse macam Gummo dan Mister Lonely; Spring Breakers bukanlah sekedar film coming-of-age biasa– it’s a breaker for usual spring-break movies! Continue reading Spring Breakers (2012):Disney Girls Gone Bad!