2013: Best of the First Half

Semester pertama tahun 2013 sudah berlalu, hampir 3 minggu lalu. Selama rentang waktu itu beberapa film telah rilis dan memberikan ‘cap’ bahwa babak pertama 2013 ini didominasi oleh film yang angin-anginan. But, even so, masih ada film-film segar yang menurut saya pantas menjadi best movie of 2013, semester pertama.

(Subyektif? Memang inilah list subyektif) Continue reading “2013: Best of the First Half”

Advertisements

PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!

Guillermo del Toro membawa pulang pattern-nya membawa makhluk-makhluk cutting edge ke dalam filmnya (setelah absen di Mama, of course). Kalau dulu di franchise Hellboy serta Blade, Del Toro membuat makhluk-makhluk komikal, lalu di Pan’s Labirynth, membawa makhluk mitologi, kini ia membawa sesuatu yang lebih besar (in an excessive way, of course): monster-monster reptil raksasa melawan robot-robot raksasa (yang lebih raksasa daripada franchise Transformers). Bagi mereka yang sejak kecil dijejali dengan pertempuran mecha melawan gojira dan variannya, Pacific Rim menjadi perwujudan fantasi mereka dengan tense yang lebih maksimal. (Yakinlah, sebrutal apapun monster dalam dunia animasi, maupun tokusatsu, ancaman mereka tidak akan menghadirkan goosebump semengerikan “apocalypse!”) Continue reading “PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!”

PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++

PigSinekdoks

Seorang pria berpakaian pantai terbangun di sebuah gurun dengan kepala yang ditutup karung, dan tangan diikat (a la The Raid). Pria ini (yang di credit disebut The Man, diperankan oleh Rudolf Martin) ini berjalan keliling gurun untuk melepaskan diri dari belenggu dengan tanpa ingatan apapun serta tanpa clue apapun, kecuali secarik kertas bertuliskan “Manny Elder”. Saat sudah sekarat, ia diketemukan oleh seorang perempuan bernama Isabelle yang merawatnya, hingga ia siap bertualang mengelilingi sisi lain Los Angeles untuk mencari identitasnya yang sebenarnya. Apakah ia Manny Elder? Atau Manny Elder adalah musuhnya? Continue reading “PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++”

INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before

Ink (film indie yang disutradarai oleh Jamie Winans), adalah sebuah fairytale modern, yang keluar dari pattern fairytale. Cerita dan visualisasinya gelap, teknik pengambilan gambarnya pun terlalu tajam, dikemas dengan budget minimalis. Jika Anda kehabisan film box office untuk ditonton, mungkin Ink bisa menjadi solusi untuk memuaskan “movielust” Anda. Bukan dengan segala macam tittle-tattle yang disuguhkan film box office, namun dengan premis dan plot serta pace cerita indie, yang memang kurang menjual, tapi cukup segar. Continue reading “INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before”

DOUBLE TROUBLE: EVIL DEAD Vs. THE RAID

Evil Dead (2013) karya Fede Alvarez dan The Raid (2012) karya Gareth Huw Evans adalah 2 completely different movies. You see? They’re off completely different ol’ things. Tapi bagaimana jika saya membandingkan keduanya? We’ll see. Kedua film ini adalah permulaan dari segmen “Double Trouble” di Sinekdoks. So, let’s shoot. Continue reading “DOUBLE TROUBLE: EVIL DEAD Vs. THE RAID”

La Luna (2011): Fabel Masa Kini dari Pixar A

La Luna, sebuah film pendek Pixar yang dirilis untuk menemani Brave tahun 2011 lalu, mampu menjadi semacam milestone dalam dunia perfilman animasi. Bahwasanya, selama ini film animasi selalu diidentikkan dengan kisah-kisah lucu yang mengocok perut, namun La Luna mendefinisikan ulang film animasi dengan gayanya sendiri. Pixar sendiri mengatakannya, “Timeless!” Continue reading “La Luna (2011): Fabel Masa Kini dari Pixar A”