Side Effects (2013)

Sedang hobby menonton film-film underrated keluaran 2013 ini, saya akhirnya menonton Side Effects. “Sebuah thriller psikologis modern yang sarat paranoia” mungkin bisa jadi tepat untuk menggambarkan kado perpisahan Steven Soderbergh yang konon akan pensiun dari layar lebar. Mungkin, lagi, Side Effects bukanlah film terbaik tahun 2013 ini, namun paket bintang kelas A Hollywood bisa jadi membuatnya terkenang seperti remake Ocean’s Eleven yang apik beserta sekuel-sekuelnya. Well, there’s more. Click here!

Trance (2013)

Danny Boyle selalu terkenal dengan cult dan Oscar-nya; sebut saja Trainspoitting yang benar-benar cult, 28 Days Later yang menjadi cult di ranah film zombie, serta Slumdog Millionaire dan 127 Hours-nya yang kebanjiran nominasi Oscar. Di tahun 2013, ia kembali dengan sebuah film underrated–perpaduan pop art yang kental dengan berbagai ciri khasnya; sebuah film heist gone bad dengan trio bintangnya James McAvoy, Vincent Cassell, dan Rosario Dawson–Trance. Well, there’s more. Click here!

RUSH (2013)

Siapa sangka drama di balik balapan jet darat alias Formula One bisa menjadi sebuah tontonan yang luar biasa? And yet, Rush made it! Sebuah rekonstruksi musim balapan F1 musim 1976 dengan dramatisasi yang gila dan kisah yang astonishing— dari dua bintang sekaliber Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl, serta penyutradaraan Ron Howard atas naskah Peter Morgan. Well, there’s more. Click here!

Gravity (2013)

“Alfonso Cuaron’s seven-year hiatus results in a new invention of cinematic experience. Gravity is a thrilling and beautiful space survival that sticks to the physics rule and sticks to Sandra Bullock’s curve; it’s definitely a movie to watch at least once in a life time.”

In 372 miles above the the Earth, there are some absolute rules: air temperature always fluctuates, sound cannot spread, no air pressure, no oxygen at all, and most important, no gravity. These rules eventually makes Gravity the most realistic and stunning movie about zero-gravity condition which has ever been filmed. More about space and gravity inside.

HIATUS #1

Due to the completion of an obligatory matter, which I’d rather call it as thesis (a way better than calling it ‘skripsi’), which dues on November; Cinemas become a lesser priorities for me; therefore, reviews and updates in Sinekdoks will have to be set in a hiatus mode. However, I had watched some box office’s highlights before I decided to be in this circumstances; hence, some late reviews will be catching up in other months (still try to find the most excusable time for that).

For this, I, on behalf of Sinekdoks, sign off for temporary hiatus #1 (in case there will be other hiatuses someday). See you with a titled man soon ๐Ÿ˜‰

SINEKDOKS’ TOP 7: ONE Vs. MANY

Film action selalu identik dengan perkelahian. But, IMO, perkelahian paling menarik adalah perkelahian 1 lawan banyak (a.k.a keroyokan). Entah si jagoan yang menang maupun gerombolan musuh yang menang– I just like ’em somehow!

Berikut ini perkelahian satu lawan banyak (alias one vs. many battle) favorit Sinekdoks. Bring it on! Well, there’s more. Click here!