PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++

PigSinekdoks

Seorang pria berpakaian pantai terbangun di sebuah gurun dengan kepala yang ditutup karung, dan tangan diikat (a la The Raid). Pria ini (yang di credit disebut The Man, diperankan oleh Rudolf Martin) ini berjalan keliling gurun untuk melepaskan diri dari belenggu dengan tanpa ingatan apapun serta tanpa clue apapun, kecuali secarik kertas bertuliskan “Manny Elder”. Saat sudah sekarat, ia diketemukan oleh seorang perempuan bernama Isabelle yang merawatnya, hingga ia siap bertualang mengelilingi sisi lain Los Angeles untuk mencari identitasnya yang sebenarnya. Apakah ia Manny Elder? Atau Manny Elder adalah musuhnya? Continue reading PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++

Advertisements

INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before

Ink (film indie yang disutradarai oleh Jamie Winans), adalah sebuah fairytale modern, yang keluar dari pattern fairytale. Cerita dan visualisasinya gelap, teknik pengambilan gambarnya pun terlalu tajam, dikemas dengan budget minimalis. Jika Anda kehabisan film box office untuk ditonton, mungkin Ink bisa menjadi solusi untuk memuaskan “movielust” Anda. Bukan dengan segala macam tittle-tattle yang disuguhkan film box office, namun dengan premis dan plot serta pace cerita indie, yang memang kurang menjual, tapi cukup segar. Continue reading INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before

La Luna (2011): Fabel Masa Kini dari Pixar A

La Luna, sebuah film pendek Pixar yang dirilis untuk menemani Brave tahun 2011 lalu, mampu menjadi semacam milestone dalam dunia perfilman animasi. Bahwasanya, selama ini film animasi selalu diidentikkan dengan kisah-kisah lucu yang mengocok perut, namun La Luna mendefinisikan ulang film animasi dengan gayanya sendiri. Pixar sendiri mengatakannya, “Timeless!” Continue reading La Luna (2011): Fabel Masa Kini dari Pixar A

The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema

THE STRANGE CASE OF ANGELICA

Well, film ini memang baru dibawa ke Indonesia belum lama ini melalui sebuah festival Europe on Screen 2013, tapi saya sendiri sudah menyaksikannya pada tahun 2011 lalu dengan kekuatan torrent (Oops.) yang dahsyat. Film Portugal yang berjudul lokal ‘O Estranho Caso de Angelica’ ini adalah film berbahasa Portugis kedua yang saya saksikan setelah Cidade de Deus yang mentereng di Top 250 IMDb (Wow.). Saya dipertemukan dengan film ini juga dari rekomendasi Rotten Tomatoes yang melabelinya 87%, setelah searching dengan keyword “Europe Movie.” Amazing! Continue reading The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema

The Blue Umbrella (2013): Simfoni Hujan a la Pixar

Saat rintik hujan mulai turun, seluruh kota menjadi hidup dalam simfoni yang syahdu. Di antara lautan payung hitam di sepanjang jalan, dua buah payung yang berbeda; yang satu berwarna biru dan yang satu berwarna merah saling tertarik. Tanpa dialog, hanya ditemani alunan melodi sederhana, kita diajak mengikuti perjalanan “cinta” kedua payung tersebut yang tidak mudah, namun menggugah. Dipisahkan oleh alam, namun disatukan lagi oleh takdir. Semua dirangkum dalam film animasi pendek yang berjudul “The Blue Umbrella.” Continue reading The Blue Umbrella (2013): Simfoni Hujan a la Pixar

Advertisements

Movie reviews, ratings, and discussions by Paskalis Damar