Only God Forgives (2013)

“Refn’s reunion with his pre-Drive collaborators shows a hyper-stylized, ultra-violent, meditative picture of neon-dunked Bangkok underground with a seeking of God beyond. Empty but mesmerizing, is all.”

Well, post pertama di tahun 2014 langsung saya isi dengan film paling kontroversial tahun lalu. Yeah, Only God Forgives, apapun yang terjadi, telah mantap menjadi film paling mengejutkan di tahun 2013. Bukan karena Ryan Gosling yang kembali tampil diam dalam arahan Nicholas Winding Refn–yang menandai kolaborasi kedua mereka setelah Drive (2011), tapi karena kontroversi yang dihadirkannya dan ekspektasi-ekspektasi yang diputarbalikannya. More Gosling inside. Oh, and Refn, too. Click here!

Advertisements

Shame (2011)

“McQueen’s drama about a suffering man with sex addiction. Pain and shame are dramatically arranged on Fassbender and Mulligan’s skull.”

Di tahun 2011, sutradara keras Steve McQueen (Hunger, 12 Years A Slave) menampilkan kolaborator tetapnya, Michael Fassbender dalam sebuah drama menyakitkan tentang kehidupan seks yang abnormal, bersama dengan aktris Inggris yang mengesankan Carey Mulligan dalam Shame. Melalui film ini, McQueen makin mempertegas signature-nya—dalam, detail, dan tidak menyenangkan. More Fass inside. Click here!

Incendies (2010) – Review

“A stunning, heart-wenching tale of twins seeking for their brother and father to complete their mother’s death will. It’s a 2-hour depiction of Middle East with tons of puzzle and emotion with clever twist.”

Tiga tahun sebelum membuat Prisoners, Denis Villeneuve sudah bereksperimen dengan film Kanada-Perancisnya yang sama thought-provoking-nya namun berbeda jalur dengan Prisoners. Sebagai sebuah drama penuh teka-teki tentang pencarian di Timur Tengah, yang tak hanya emosional namun juga memiliki salah satu twist paling sentimental; Incendies terus mengejutkan dan memberi perasaan tidak nyaman. Berdasarkan drama panggung Wajdi Mouawad, Incendies menyuguhkan kisah kompleks nan nyata. More twists inside. Click here!

Ain’t Them Bodies Saints (2013)

“More than just an imitation of Malick, it’s a western cinema poetica with subtle narrative. Lowery plays an emotional take-down with Casey Affleck and Rooney Mara.”

David Lowery mewujudkan sebuah cinema poetica yang sepintas mengingatkan saya pada film-film Terrence Malick di dekade ’80an. Sebuah perpaduan film western dengan balutan crime dan noir yang sukses di Sundance tahun 2013 tentang pasangan yang melarikan diri–yang diperankan oleh dua bintang yang berciri khas, Rooney Mara dan Casey Affleck dalam Ain’t Them Bodies Saints. Well, more about these escapists here, click!

47 Ronin (2013)

“An epic Japanese saga about honour dan loyalty with blunt Hollywood touch: Good visuals but do not fits the story and waste of Japanese most talented stars–Reeves’ narcissism’s helpless.”

Kisah 47 Ronin di Jepang bisa jadi seheroik kisah Leonidas dan 300 pasukan Sparta-nya (yang diadaptasi lepas dalam “300”). Namun, legenda tentang loyalitas dan kehormatan ini didramatisasi oleh Hollywood dengan gimmick CGI yang justru terasa kaku dan blur. Well, there’s more ronin inside. Click here!