The Secret Life of Walter Mitty (2013) – English Version

When watching The Secret Life of Walter Mitty, I just thought that this movie is really a realisation of Ben Stiller’s off-screen and on-screen imaginations. As a director directing himself, his directing style reflects his visions about his own ambitious, daydreaming persona.
More imagination and adventure inside. C’mon, click here!

Advertisements

The Secret Life of Walter Mitty (2013)

On-screen and off-screen ambitious imagination through the bizzare micro and macro adventure of Ben Stiller’s persona. Visually stunning.

Saat menonton The Secret Life of Walter Mitty, saya seketika merasa bahwa film ini adalah perwujudan nyata imajinasi Ben Stiller baik di dalam layar maupun di balik layar. Sebagai sutradara yang mengarahkan dirinya sendiri, gaya penyutradaraannya adalah visinya tentang tokohnya sendiri: ambisius dan imajinatif. More imagination and adventure inside. C’mon, click here!

47 Ronin (2013)

“An epic Japanese saga about honour dan loyalty with blunt Hollywood touch: Good visuals but do not fits the story and waste of Japanese most talented stars–Reeves’ narcissism’s helpless.”

Kisah 47 Ronin di Jepang bisa jadi seheroik kisah Leonidas dan 300 pasukan Sparta-nya (yang diadaptasi lepas dalam “300”). Namun, legenda tentang loyalitas dan kehormatan ini didramatisasi oleh Hollywood dengan gimmick CGI yang justru terasa kaku dan blur. Well, there’s more ronin inside. Click here!

The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)

“A beautiful journey returns in its middle-movie–not as big as The Two Towers, but The Desolation of Smaug has escalated this trilogy further than its prequel and brought it closer to the desolation.”

Peter Jackson telah kembali di akhir tahun 2013 ini–masih dengan petualangan ketigabelas dwarf dan seorang hobbit dalam film tengahan yang lebih berani dan cepat dari trilogi The Hobbit karya J.R.R. Tolkien. Meskipun tak semegah dan sekelam tengahan trilogi LOTR, The Two Towers, The Desolation of Smaug tetap berhasil menunjukkan kualitasnya dalam mengeskalasi keseluruhan kisah The Hobbit dengan caranya sendiri. More dwarfs and hobbit inside. Click to seek!

Frozen (2013)

Ini bukan pertama kalinya Disney mengadaptasi lepas sebuah dongeng–paling dekat, pada tahun 2010 lalu, Disney sudah mengadaptasi kisah Rapunzel dari Grimm Brothers dalam Tangled. Kini, di penghujung tahun 2013, kisah The Snow Queen dari H.C. Andersen diadaptasi lepas dengan judul yang sekali lagi memakai past participle, Frozen. Well, there’s more. Click here!

The Hunger Games: Catching Fire (2013)

Singkat saja, ketika instalasi pertama The Hunger Games memperoleh kesuksesan komersial yang luar biasa, saya berpikir bahwa kesuksesan itu semata hanya karena kemampuan THG memberikan sesuatu yang tidak bisa Twilight Saga hadirkan, yaitu fokus. Ada perjuangan di sana–dan bukannya romance yang mendominasi plotnya. The 74th Hunger Games (untuk pertama kalinya) menghadirkan dua pemenang dari Distrik 12 dan menyulut api bagi sang presiden tiran, Snow. Kini, setelah pendapatannya yang hampir 9 kali lipat biaya produksinya dan Oscar Jennifer Lawrence, instalasi kedua THG-nya Suzanne Collins kembali ke layar. Well, there’s more. Click here!