Get A Horse! (2013)

Animasi pendek yang menemani Frozen ini adalah milestone kreativitas baru Disney. Setelah memberi nafas sekaligus jawaban untuk masa depan film animasi 2D di Paperman yang dirilis bersamaan Wreck-It Ralph tahun lalu, Disney memberikan suatu nuansa baru yaitu dengan menggabungkan animasi 2D hitam-putih klasik dari kisah Mickey Mouse berjudul The Plowboy (1929) dengan sentuhan animasi 3D penuh warna. Well, there’s more. Click here!

Advertisements

The World’s End (2013)

The World’s End–film penutup trilogi Cornetto milik sutradara Edgar Wright dan aktor Simon Pegg ini memang–honestly–berbeda dengan kedua film pendahulunya. Tapi itu memang bukan masalah; lagipula, tim sutradara lama dan cast lama dengan formula lama bukanlah cara yang menarik untuk menutup suatu trilogi. Well, there’s more. Click here!

We’re the Millers (2013)

We’re the Millers mungkin memang seharusnya rilis musim panas lalu bersama summer movies lainnya; namun, keterlambatan tayang di kota saya ternyata tidak mengurangi sedikit pun sensasi film road trip comedy dengan rating R ini. Cukup mengejutkan bila ternyata film ini melebihi ekspektasi (honestly, meskipun Horrible Bosses, anteseden-nya sangat menghibur, saya tidak terlalu berharap pada We’re the Millers, initially). Mengkombinasikan road trip dengan RV, penyelundupan narkoba, serta keluarga palsu (yang hopeless) adalah dosa yang “sangat diampuni.” Well, there’s more. Click here!

The Damned United (2009) – Review

Sebuah biopik bercita rasa komedi tentang seorang manajer Inggris terhebat yang tidak pernah menjadi pelatih timnas Inggris (berdasarkan biografi berjudul The Damned Utd. tulisan David Peace, dan disutradari Tom Hooper) menampilkan acting brilian Michael Sheen dalam memerankan the real special one, Brian Clough. Well, there’s more. Click here!