Pieta / 피에타 (2012)

Kisah kasih sayang seorang ibu kepada anaknya digambarkan dengan sangat indah sekaligus brutal dalam Pieta, film keluaran tahun 2012 karya sutradara eksentrik Korea, Kim Ki-duk. Sebuah penggambaran seni dalam balutan kisah keluarga sekaligus suspense khas Korea dengan sentuhan pembalasan dendam. Continue reading “Pieta / 피에타 (2012)”

Advertisements

Before Midnight (2013): A Concluding Conversation After 18 Years

Pada tahun 1995, seorang pemuda Amerika bertemu dengan seorang gadis Prancis di sebuah kereta menuju ke Austria. Jesse (Ethan Hawke), sang pemuda berhasil mengajak Celine (Julie Delpy), sang gadis untuk turun dan berbincang-bincang menghabiskan waktu; keduanya yang masih sangat naif dan penuh keoptimisan, saling jatuh cinta dan berjanji akan bertemu lagi di suatu saat seperti terangkum dengan jujur dan apa adanya di Before Sunrise.

Sembilan tahun kemudian, pada tahun 2004, Jesse yang saat itu tengah dirundung masalah pernikahan yang sangat kronis kembali bertemu dengan Celine dengan permasalahan hubungannya yang sama menyedihkannya di Paris. Keduanya, yang saat itu sudah lebih dewasa, lebih realistis, dan lebih memahami kehidupan, kembali menghabiskan waktu berdua, kali ini lebih serius dalam Before Sunset.

Kini, tahun 2013, Jesse sudah bersama Celine berkeluarga dan memiliki anak kembar. Mereka tinggal di Paris dalam mimpi-mimpi yang sudah mereka dambakan. Namun, dalam liburan mereka di Greece, terungkaplah sedikit demi sedikit cela dalam hubungan mereka ini. Kejenuhan dan kebosanan, dan tetap cinta mereka dibicarakan dengan sangat dewasa dan lebih menarik di Before Midnight. Continue reading “Before Midnight (2013): A Concluding Conversation After 18 Years”

The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”

The Wolverine, IMHO, bisa menjadi film yang berpotensi besar memisahkan penontonnya menjadi “sangat benci” dan “suka” (cukup suka, not too much). Para penonton awam akan merasa tidak ada yang salah dengan film ini, sementara mereka yang sudah menyaksikan  5 film X-Men sebelumnya akan menganggap The Wolverine sebagai spine-off kecil dengan bonus besar. Jadi, review ini akan saya netralkan dengan opini pribadi saya saja. Continue reading “The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off””

The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema

THE STRANGE CASE OF ANGELICA

Well, film ini memang baru dibawa ke Indonesia belum lama ini melalui sebuah festival Europe on Screen 2013, tapi saya sendiri sudah menyaksikannya pada tahun 2011 lalu dengan kekuatan torrent (Oops.) yang dahsyat. Film Portugal yang berjudul lokal ‘O Estranho Caso de Angelica’ ini adalah film berbahasa Portugis kedua yang saya saksikan setelah Cidade de Deus yang mentereng di Top 250 IMDb (Wow.). Saya dipertemukan dengan film ini juga dari rekomendasi Rotten Tomatoes yang melabelinya 87%, setelah searching dengan keyword “Europe Movie.” Amazing! Continue reading “The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema”

Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013

Stoker bisa jadi hiburan paling menghibur secara visual sepanjang 2013 ini. Bukan karena CGI-nya atau karena costume karakternya yang menarik, tapi karena visualisasinya sendiri yang “fancy.”

Continue reading “Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013”

Mr. Nobody (2010): Probabilitas dalam Alternate Timeline

Sinekdoks memang suka menulis review film atau apapun yang sudah lama lewat –hanya untuk memastikan sudut pandangnya memang benar-benar berbeda. Kali ini, Sinekdoks akan me-review (No! It’s more like a self-explanation from me) sebuah film yang dirilis tahun 2009, yaitu “Mr. Nobody“. Continue reading “Mr. Nobody (2010): Probabilitas dalam Alternate Timeline”