The Babadook (2014)

The Babadook is a delightful experiences for those who long for the atmospheric horror. It doesn’t try to scare the audiences with some worn-off jump scares, yet, it ‘mind-tortures’ with emotion and nuance, with unique story telling and family issues.

Ba BA-ba DOOK! DOOK! DOOK!” Mr. Babadook whispered.

Continue reading “The Babadook (2014)”

Advertisements

Killers (2014)

“Killers is a slow-paced psychological thriller about 2 completely different men who are intertwined by fate. It’s a tale of obsession and awakening the evil within marking Mo Brothers’ leap of directorial career and all casts fabulous act.”

Since their directorial debut Dara (2008), which precedes the extended length Rumah Dara a.k.a Macabre (2009), The Mo Brothers–Kimo Stamboel and Timo Tjahjanto–never stop spilling blood. While making their gory trademarks with chainsaw and antlers, Timo has expanded their gory universe through Libido, a segment in The ABCs of Death (2012) and Safe Haven in V/H/S 2 marking his collaboration with The Raid’s Gareth Evans. Well, set your thoughts of The Mo Bros’ filmography aside before watching Killers, since this movie is completely in different league from its predecessors. Yet, being different doesn’t then imply that Killers is a subtle one… ’cause it’s not. More killers here!

Side Effects (2013)

Sedang hobby menonton film-film underrated keluaran 2013 ini, saya akhirnya menonton Side Effects. “Sebuah thriller psikologis modern yang sarat paranoia” mungkin bisa jadi tepat untuk menggambarkan kado perpisahan Steven Soderbergh yang konon akan pensiun dari layar lebar. Mungkin, lagi, Side Effects bukanlah film terbaik tahun 2013 ini, namun paket bintang kelas A Hollywood bisa jadi membuatnya terkenang seperti remake Ocean’s Eleven yang apik beserta sekuel-sekuelnya. Well, there’s more. Click here!

PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++

PigSinekdoks

Seorang pria berpakaian pantai terbangun di sebuah gurun dengan kepala yang ditutup karung, dan tangan diikat (a la The Raid). Pria ini (yang di credit disebut The Man, diperankan oleh Rudolf Martin) ini berjalan keliling gurun untuk melepaskan diri dari belenggu dengan tanpa ingatan apapun serta tanpa clue apapun, kecuali secarik kertas bertuliskan “Manny Elder”. Saat sudah sekarat, ia diketemukan oleh seorang perempuan bernama Isabelle yang merawatnya, hingga ia siap bertualang mengelilingi sisi lain Los Angeles untuk mencari identitasnya yang sebenarnya. Apakah ia Manny Elder? Atau Manny Elder adalah musuhnya? Continue reading “PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++”

Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013

Stoker bisa jadi hiburan paling menghibur secara visual sepanjang 2013 ini. Bukan karena CGI-nya atau karena costume karakternya yang menarik, tapi karena visualisasinya sendiri yang “fancy.”

Continue reading “Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013”