The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”

The Wolverine, IMHO, bisa menjadi film yang berpotensi besar memisahkan penontonnya menjadi “sangat benci” dan “suka” (cukup suka, not too much). Para penonton awam akan merasa tidak ada yang salah dengan film ini, sementara mereka yang sudah menyaksikan ย 5 film X-Men sebelumnya akan menganggap The Wolverine sebagai spine-off kecil dengan bonus besar. Jadi, review ini akan saya netralkan dengan opini pribadi saya saja. Continue reading “The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off””

Advertisements

PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++

PigSinekdoks

Seorang pria berpakaian pantai terbangun di sebuah gurun dengan kepala yang ditutup karung, dan tangan diikat (a la The Raid). Pria ini (yang di credit disebut The Man, diperankan oleh Rudolf Martin) ini berjalan keliling gurun untuk melepaskan diri dari belenggu dengan tanpa ingatan apapun serta tanpa clue apapun, kecuali secarik kertas bertuliskan “Manny Elder”. Saat sudah sekarat, ia diketemukan oleh seorang perempuan bernama Isabelle yang merawatnya, hingga ia siap bertualang mengelilingi sisi lain Los Angeles untuk mencari identitasnya yang sebenarnya. Apakah ia Manny Elder? Atau Manny Elder adalah musuhnya? Continue reading “PIG (2011): Lo-Fi, Sci-Fi, Mind-blowing B++”

INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before

Ink (film indie yang disutradarai oleh Jamie Winans), adalah sebuah fairytale modern, yang keluar dari pattern fairytale. Cerita dan visualisasinya gelap, teknik pengambilan gambarnya pun terlalu tajam, dikemas dengan budget minimalis. Jika Anda kehabisan film box office untuk ditonton, mungkin Ink bisa menjadi solusi untuk memuaskan “movielust” Anda. Bukan dengan segala macam tittle-tattle yang disuguhkan film box office, namun dengan premis dan plot serta pace cerita indie, yang memang kurang menjual, tapi cukup segar. Continue reading “INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before”

The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema

THE STRANGE CASE OF ANGELICA

Well, film ini memang baru dibawa ke Indonesia belum lama ini melalui sebuah festival Europe on Screen 2013, tapi saya sendiri sudah menyaksikannya pada tahun 2011 lalu dengan kekuatan torrent (Oops.) yang dahsyat. Film Portugal yang berjudul lokal ‘O Estranho Caso de Angelica’ ini adalah film berbahasa Portugis kedua yang saya saksikan setelah Cidade de Deus yang mentereng di Top 250 IMDb (Wow.). Saya dipertemukan dengan film ini juga dari rekomendasi Rotten Tomatoes yang melabelinya 87%, setelah searching dengan keyword “Europe Movie.” Amazing! Continue reading “The Strange Case of Angelica (2011): Panggung Drama dalam Sinema”

Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013

Stoker bisa jadi hiburan paling menghibur secara visual sepanjang 2013 ini. Bukan karena CGI-nya atau karena costume karakternya yang menarik, tapi karena visualisasinya sendiri yang “fancy.”

Continue reading “Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013”