How To Train Your Dragon 2 (2014)

With a vast sequel, you cannot expect anything from How To Train Your Dragon (now a franchise), but other sequel(s) that goes deeper, larger, and more fantastic. Still, How To Train Your Dragon 2 leads the entertainment with emotion and humors; proving its worth to Dreamworks.

Pada tahun 2010, Night Fury kecil bernama Toothless berteman dengan seorang bocah Viking, Hiccup; berdua mereka terbang di angkasa—membawa hype baru bagi para naga dalam sinema. Bersama para naganya, How To Train Your Dragon secara mengejutkan menjadi tulang punggung Dreamworks dalam kampanye mereka menyaingi Disney dan Pixar tahun itu, meskipun pada akhirnya harus kalah dengan Toy Story 3 di Oscar. Musim panas 2014 ini, tanpa ada slot film Pixar (hanya ada Planes 2, bukan karya Pixar, tapi DisneyToon), Toothless dan Hiccup jelas tak terbendung.

Di akhir How To Train Your Dragon, Hiccup (disuarakan oleh Jay Baruchel) telah mendapatkan semua yang diinginkannya—memenangkan hati ayahnya Stoick the Vast (Gerard Butler), saingan yang akhirnya jadi pacarnya, Astrid (America Ferrera), serta seluruh Berk, kampung halamannya. Kini, setelah ayahnya berubah, Hiccup dipersiapkan menjadi calon kepala suku Berk. Hiccup tak pernah menyetujui rencana ini karena ia tak menemukan kebebasannya. Lagipula, ia telah menemukan hobi baru yaitu kartografi—di mana ia mengembara mencari naga serta mendokumentasikan banyak hal.

Dalam suatu pengembaraannya, Hiccup dan Toothless bertemu ancaman baru—Eret, putra Eret (Kit Harrington dari Game of Thrones), penangkap naga yang bekerja untuk pengendali naga, Drago Bludvist (Djimon Honsou). Selain itu, Hiccup juga bertemu pengendara naga misterius, Valka (Cate Blanchett) yang mengaku ada hubungan dengan masa lalu Hiccup. Apapun yang ia temui, semua resiko menjadi berlipat ganda bagi Hiccup dan Toothless serta seluruh Berk.

How To Train Your Dragon 2 adalah sebuah sekuel yang solid dan punya pace yang baik. Film ini punya segalanya yang harusnya dimiliki sebuah sekuel. Sutradara Dean DeBlois menjaga keseimbangan antara porsi aksi dan humornya. Yang terbaik, ia memaksimalkan segalanya untuk plot dengan kedalaman emosional. Sekalinya kita masuk ke dalam cerita, kita akan segera sadar bahwa HTTYD 2 bukanlah sekedar sekuel atau kelanjutan mentah dari perjalanan Hiccup; HTTYD 2 justru terasa seperti sebuah bagian integral dari sebuah saga—menjadikannya film tengah yang kompleks. Konflik-konfliknya memuncak sekaligus membatasi diri dengan resolusi yang terbatas. Dengan pernyataan sutradara DeBlois tentang kemungkinan menjadikan HTTYD sebuah trilogi, atau bahkan, saga yang lebih besar, HTTYD 2 menjadi sangat masuk akal dengan berbagai twist dan turn yang menghibur.

HTTYD 2 memiliki multi konflik dengan subplot-subplot yang mencengangkan. Berita baiknya: semua subplot berkembang dengan baik dan memiliki resolusi yang jelas. Berita buruknya: beberapa konflik, yang sedikit terasa dipaksakan, datang dan pergi begitu saja. Namun, disain dunia HTTYD yang penuh warna serta para naga yang unik mampu mengalihkan kita dari kekurangan film ini. Soal naga-naganya, Toothless kembali bersama gangnya, tapi itu belum semua; masih ada naga-naga baru yang keren, lihat saja Stonecrusher milik Stoick atau Cloudjumper milik Valka, dan jangan lupakan Bewilderbeast, sang naga alfa yang takkan mudah dilupakan, yang mungkin dapat menyaingi Smaug atau trio naga Dany Targaryen (setelah membajak Jon Snow, tunggu saja kedatangan Dany di HTTYD, if you know what I mean).

Dengan sekuel yang luar biasa ini, kita tak bisa mengharapkan apa-apa dari How To Train Your Dragon (yang kini sudah memasuki ranah franchise) kecuali sekuel(-sekuel) lain yang harusnya lebih dalam, lebih besar, dan lebih fantastis. How To Train Your Dragon 2 tetaplah menghibur meskipun dengan porsi aksi dan humor (apalagi yang melibatkan Eret, putra Eret dan Ruffnut) yang luar biasa besar; membuktikan diri sebagai anak emas Dreamworks.


TRIVIA: Ingin melihat Ensikplopedia para naga di How To Train Your Dragon 2? KLIK DI SINI! 

4 comments on “How To Train Your Dragon 2 (2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *