Ghostbusters (2016): Gender-reversed reboot yang tetap seru dan slimy

Review Ghostbusters:  Belum juga rilis, reboot Ghostbusters sudah dihujani lendir nyinyiran dahsyat dari netizen. Sumber utamanya adalah keputusan Paul Feig meng-cast 4 pemeran utama perempuan sebagai tim Ghostbusters-nya. Sindiran bernada sexist dan banjiran dislikes sukses membuat reboot ini most hated pre-screened film. Tapi, rest assured, sindiran sinis itu tak benar-benar terbukti; Ghostbusters justru menjadi film yang fun, seru dan cukup lucu, meskipun belum mencapai keseruan film-film Feig lainnya.

Ironisnya, justru para ghostbusters perempuan – Kristen Wiig, Melissa McCarthy, Kate McKinnon, dan Leslie Jones – inilah yang menjadi bagian terbaik Ghostbusters, selain kepiawaian Paul Feig mengkreasi humor-humor PG-13 (yang nyaris berasa R) dalam menghadirkan kisah tim pemburu hantu paling terkenal ini. Continue reading Ghostbusters (2016): Gender-reversed reboot yang tetap seru dan slimy

Star Trek Beyond (2016): Jembatan versi Abrams dengan versi original

Star Trek Beyond ­sebagai rilisan ketigabelas saga layar lebar Star Trek alias film ketiga versi alternate timeline yang digagas J.J. Abrams terasa sangat spesial, karena film ini sekaligus juga merayakan setengah abad-nya franchise Star Trek. Banyak faktor yang menjadikannya salah satu film Star Trek yang pantas disimak.

Cabutnya J.J. Abrams dari Star Trek Beyond untuk menukangi franchise ‘Star’ lainnya memang awalnya memunculkan banyak keraguan. Apalagi menimbang penggantinya, Justin Lin, yang portfolio-nya belakangan ini dipenuhi ledakan dan aksi over-the-top plus car-nage tanpa henti lewat franchise Fast & Furious. Verdict awal pun bermunculan menuduh adegan aksi ‘kosong’ akan menghilangkan sisi filosofis dan formal franchise Star Trek yang sukses ditata ulang oleh Abrams.

Namun, sebagian dari verdict awal tersebut ternyata salah; Justin Lin adalah sutradara yang paling tepat untuk Star Trek Beyond. Keahliannya untuk menghadirkan semangat summer blockbuster dengan cerita yang berpusat pada tim berlabel “keluarga” sudah terbukti di Fast & Furious. Pola kerjanya dengan ensemble of cast yang besar juga sudah terbukti di franchise yang sama. After all, isn’t Star Trek always about that, too? Continue reading Star Trek Beyond (2016): Jembatan versi Abrams dengan versi original

Green Room (2016): Arti Punk’s not Dead yang harafiah

Lewat film thriller low-budgetnya yang ultra-violent, Blue Ruin (2014), penulis sekaligus sutradara Jeremy Saulnier sukses memproyeksikan diri sebagai bapaknya thriller dengan protagonis yang payah. Kalau Blue Ruin adalah kisah balas dendam dengan balutan black comedy yang sangat kental; Green Room adalah definisi a la Saulnier untuk slogan ‘Punk’s not Dead’ secara literal.

Green Room berepisentrum pada Ain’t Right, band punk hardcore yang dimotori Pat (almarhum Anton Yelchin). Band kecil benyali besar ini tampil di sebuah klub terpencil, pusat skena neo nazi skinhead. Nyalinya cukup besar untuk mengcover “Nazi Punks Fuck Off”-nya Dead Kennedy sebelum mengajak penonton ber-moshing; namun, tak cukup besar untuk menghadapi insiden yang mengancam nyawa mereka—hanya karena mereka melihat hal yang tak seharusnya dilihat. Continue reading Green Room (2016): Arti Punk’s not Dead yang harafiah

The Wailing / 곡성 (2016): Calon film cult Korea yang getir

Review The Wailing: Sebuah kota kecil di Korea dihantui wabah mengerikan yang tak hanya mematikan bagi korbannya, namun juga menjadikannya homicidal. Seorang polisi lokal, Sersan Jong-gu (Kwak Do-won), yang plin-plan dan inept, ditugaskan untuk menginvestigasi kasus pembunuhan yang dilakukan korban wabah tersebut.

Saat pembunuhan dengan motif serupa kembali terjadi, kecurigaan mengarah kepada seorang pendatang dari Jepang (Jun Kunimura). Dan ketika putri Jong-gu allegedly terjangkit wabah yang sama, ia tak bisa tinggal diam. Tanpa sepengetahuannya, bahaya yang lebih besar tengah mengintai kota itu.

Horror hibrida karya auteur Na Hong-jin (The Yellow Sea dan The Chaser) ini tak segan-segan menampilkan 150 menit penuh tanda tanya sekaligus perasaan tidak nyaman luar biasa. The Wailing tak seperti film horror manapun yang pernah ada. Continue reading The Wailing / 곡성 (2016): Calon film cult Korea yang getir

Everybody Wants Some!! (2016): Antropologi kehidupan jocks era 80-an

Review Everybody Wants Some!!:  Lewat Everybody Wants Some!!, Richard Linklater kembali berhura-hura setelah sebelumnya berkontemplasi dengan menyelesaikan Before Trilogy serta magnum opus-nya, Boyhood. Dalam film yang disebut-sebut sebagai ‘spiritual sequel’ Dazed and Confused ini, Linklater mengunjungi kembali tema yang pernah membesarkan namanya.

Kalau Dazed and Confused, yang bersetting 70-an (tapi dibuat di era 90-an), menampilkan keliaran 24 jam terakhir siswa-siswa high school sebelum summer break; Everybody Wants Some!! justru sebaliknya. Bersetting musim gugur 80-an (tapi dibuat di era millennium), film ini menggambarkan keliaran 3 hari terakhir sebelum perkuliahan reguler dimulai.  Continue reading Everybody Wants Some!! (2016): Antropologi kehidupan jocks era 80-an

Southbound (2016): 5 segmen omnibus yang ‘go south’

Review Southbound: Ada satu istilah Bahasa Inggris yang tepat untuk menggambarkan omnibus karya pembesut V/H/S ini, yaitu “go south” yang artinya “berakhir buruk atau kacau.” Southbound merangkai 5 segmen berbeda dengan satu rangkaian yang dihubungkan satu jalan – yang mengarah ke selatan (?) yang ‘go south.’

Kelima segmen ini, selain dihubungkan oleh satu jalan itu, juga punya tema yang mutual: penyesalan. Meskipun ditulis dan disutradarai oleh filmmaker yang berbeda di setiap segmen-nya, kelimanya menyatu bagaikan satu siklus purgatory berantai tanpa henti. Kelima segmennya unik, horrornya tidak kacangan – ada rasa Twilight Zone di mana-mana – kadang tak terlalu seram, tapi selalu disturbing.

Kelimanya berkisah tentang perjalanan yang pada akhirnya ‘go south’, kacau secara harafiah maupun non-harafiah. Berikut sinopsis kelima segmen Southbound. Continue reading Southbound (2016): 5 segmen omnibus yang ‘go south’

Movie reviews, ratings, and discussions by Paskalis Damar

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,097 other followers