BLOGATHON: Against the Crowd – Boo to ‘Trainwreck’, Yay to ‘Deep Rising’

Against the Crowd blogathon by Wendell of Dell on Movies returns for its third year. As for this year, he’s partnering with KG Movie Rants to host this annual blog event, where bloggers are asked to choose a movie we love that most people don’t and a movie we dislike that most people like. Here are some rules to follow.

  1. Pick one movie that “everyone” loves (the more iconic, the better). That movie must have a score of at least 75% on rottentomatoes.com. Tell us why you hate it.
  2. Pick one movie that “everyone” hates (the more notorious, the better). That movie must have a score of less than 35% on rottentomatoes.com. Tell us why you love it.
  3. Include the tomato meter scores of both movies.
  4. Use one of the banners in this post, or feel free to create your own.

Continue reading BLOGATHON: Against the Crowd – Boo to ‘Trainwreck’, Yay to ‘Deep Rising’

The Sunshine Blogger Awards 2016

The Sunshine Blogger award nomination returns to Sinekdoks after it previously ducked on 2013. Enormous gratitude goes to Jenna and Allie from awesome Flick Chicks blog, who have nominated this blog to keep the light goes. It’s a big appreciation to receive such nomination; at least, I know that at least someone (in this case, two people) gives real attention to this blog.

To simply receive and pass on the awards, these are the fundamental rules:
-> Post the award on your blog ☑
-> Thank the person who nominated you ☑
-> Answer the 11 questions they set you ☑ (Below)
-> Pick another 11 bloggers (and let them know they are nominated!)
-> Set them 11 questions


Here are my answers to Jenna and Allie’s questions! Anyway, visit their awesome dynamic duo blog now!  Continue reading The Sunshine Blogger Awards 2016

Tale of Tales (2016): Bukan sekedar dongeng sebelum tidurmu

Review Tale of TalesSutradara film thug Italia, Gomorrah, Matteo Garrone menghadirkan negeri dongeng impiannya yang diadaptasi lepas dari ahli dongeng Giambattista Basile (1566-1632) dalam debut film berbahasa Inggrisnya, Tale of Tales.

Dunia dongeng yang dianut Garrone bukanlah dunia yang sama dengan dunianya para Disney princess; dunia ini lebih dewasa dan lebih buruk rupa. Segala keindahan dan kemegahan feodal tetap dihadirkan, namun sisi gothic dan grotesk-nya yang kadang disturbing lah yang mendominasi. Tak ayal, mulai dari lalat peliharaan, ogre penjaga gunung, pangeran albino kembar, perawan tua binal sampai hidangan jantung mentah pun menjadi sajian utama Tale of Tales. Continue reading Tale of Tales (2016): Bukan sekedar dongeng sebelum tidurmu

Lights Out (2016): Teguran meta-horror untuk PLN

Review Lights Out: Berawal dari film pendek 2-3 menitan yang sempat viral pada circa 2013, sutradara David Sandberg mengembangkannya menjadi sebuah full feature berdurasi 81 menit yang somehow sukses menghadirkan fobia gelap sekaligus teguran halus untuk PLN.

Diawali dengan adegan yang semacam mereka ulang film pendeknya, Lights Out tanpa basa-basi langsung ‘memperkenalkan’ sosok misteriusnya, yaitu sesosok entitas yang cuma menerror dalam kegelapan saja. Bayangkan saja ia muncul saat lampu dimatikan dan hilang ketika lampu dinyalakan; begitu terus sampai tiba-tiba ia muncul di hadapanmu. Continue reading Lights Out (2016): Teguran meta-horror untuk PLN

The Nice Guys (2016): Kembalinya Shane Black ke LA dan hardboiled action

Review The Nice Guys: Senang rasanya melihat sutradara-penulis naskah, Shane Black, kembali ke jalur yang membesarkan namanya. Ia mungkin lebih dikenal sebagai sutradara Iron Man 3; tapi, jauh sebelum itu, ia sudah duluan bersinar di dekade 80an dan 90an sebagai penulis naskah film-film hardboiled action paling renyah, macam Lethal Weapon, The Last Boy Scout atau Last Action Hero.

Baru di tahun 2005, Black menyutradari debutnya lewat neo-noir ber-setting LA-nya, Kiss Kiss Bang Bang. Film terbarunya, The Nice Guys, sendiri seperti sebuah resume yang merangkum bagian-bagian terbaik dari filmografinya. Selain, menandai kembalinya Black ke belantara glamornya LA—yang kini bersetting 70an; di film ini, ia juga kembali menduetkan partner kerja yang tak sepadan (cc: Lethal Weapon). Hanya saja, yang satu ini lebih ringan, lebih rapi dan lebih hilarious. Continue reading The Nice Guys (2016): Kembalinya Shane Black ke LA dan hardboiled action

The Shallows (2016): Film hiu yang lumayan manusiawi

Review The ShallowsFilm-film hiu pasca Jaws memang sering terjebak dalam genre tropes yang menjadikannya seolah film monster. Namun, justru film-film yang dengan sadar meng-embrace tropes tersebut serta menghadirkan semangat B-movie yang chilling-lah yang selalu memuaskan—sebut saja Deep Blue Sea atau Open WaterThe Shallows muncul dengan semangat yang sama, meskipun dengan plot yang ditipiskan.

Sutradara Orphan dan film-film aksi Liam Neeson (Unknown, Non-Stop, Run All Night), Jaume Collet-Serra punya agenda tersendiri untuk hiu di The Shallows ini. Lebih tepatnya, ia punya umpan tersendiri untuk sang hiu, yaitu Blake Lively—berbikini, sun-kissed, dan sendirian. Ia adalah umpan empuk dalam kisah survival woman versus shark ini. Continue reading The Shallows (2016): Film hiu yang lumayan manusiawi

Movie reviews, ratings, and discussions by Paskalis Damar

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,125 other followers