Share to your friends if you like it!

Ada Batman, Superman, Green Lantern, serta Wonder Woman, tapi bukan film Justice League. Gandalf bertemu Dumbledore, tapi bukan film penyihir. Ini adalah sebuah animasi yang diberi judul… The LEGO Movie… mainan komersial terlaris di era ini.

The LEGO Movies menampilkan selera humor yang aneh–melibatkan set piece yang kocak, permainan kata-kata dengan rima dan palindrom, serta karakter yang unik. Dinahkodai oleh Phil Lord dan Christopher Miller, The LEGO Movie menampilkan seluruh figur LEGO, baik yang terkenal maupun tidak. Namun, kenal ataupun tidak, figur-figur itu tetap terasa kocak dan mengocok perut.

Ketika penyihir Vitruvius (Morgan Freeman) gagal melindungi sebuah senjata rahasia bernama “Kragle”–yang akhirnya diambil Lord Business (Will Ferrell) untuk menguasai dunia, Vitruvius memperingatkan bahwa ada sebuah ramalan tentang seorang juru selamat yang disebut “The Special” membawa Piece of Resistance dan menghentikan Kragle. Beberapa saat setelah itu, kita diperkenalkan pada Emmet Brickowski (Chris Pratt), orang biasa yang ternyata adalah “The Special”. Pertemuannya dengan banyak karakter, seperti Wyldstyles (Elizabeth Banks) dan Batman (Will Arnett), membawanya mengembara sampai “Middle Zealand“, “Old West“, dan “Cloud Cuckoo Land” untuk menghentikan rencana jahat Lord Business.

The LEGO Movie dengan unik mencampurkan homage pada pop culture, metafora tentang ‘playing god’, dan permainan kata-kata yang malah jadi sangat lucu. Seringkali, film ini memparodikan franchise film yang menjadi pionir pop culture seperti The Lord of The Rings, Harry Potter, The Dark Knight Trilogy, dan bahkan Star Wars. Banyak momen lucu juga muncul lewat dialognya yang terkadang tidak penting namun sangat detail (termasuk selalu adanya karakter yang bertingkah konyol di latar belakang saat karakter lain berdialog). Babak akhir film ini terasa cukup aneh dengan referensi akan ‘playing god‘ yang ditampilkan secara ‘live-action’–membawa penonton memasuki ranah metafisik a la Alejandro Jodorowsky–rumit namun tetap menggelitik.

Miller dan Lord membangun dunia LEGO dengan sangat detail. Kombinasi antara CGI dan stop-motion menghiasi layar dengan segala yang unik-unik–sementara tone yang dihadirkan sangatlah berwarna dan hangat. Film ini seolah-olah sukses mengajak kita bermain LEGO lagi–untuk lebih dari sekedar nostalgia.

Share to your friends if you like it!

Categories: Movie Review

2 Comments

The LEGO Movie (2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *