Dibuat berdasarkan drama pemenang Pulitzer karya Tracy Letts (yang juga menulis Killer Joe) serta dibintangi oleh deretan pemeran all star yang dipimpin sang Iron Lady, Meryl Streep; August: Osage County memiliki hampir semua syarat untuk menyapu bersih award. Inilah drama tentang reuni keluarga yang kacau dengan banyak teriakan dan makian.
Meryl Streep memerankan Violet Weston, seorang ibu paruh baya yang menderita kanker mulut. Setelah mengetahui kematian suaminya, Beverly, yang pilu, dia harus kembali bertemu keluarganya yang disfungsional—tidak dalam keadaan yang baik baginya. Putri-putrinya datang dengan masalah masing-masing—Barbara (Julia Roberts) dengan suaminya Bill (Ewan McGregor) serta putrinya (Abigail Breslin); Karen (Juliette Lewis) dengan tunangannya Steve (Dermot Mulroney); dan Ivy (Julianne Nicholson) sendiri. Pasca kematian itu, datang pula saudari Violet, Mattie (Margo Martindale) bersama suaminya charles Aiken (Chris Cooper) dan putranya Little Charles Aiken (Benedict Cumberbatch). Yang datang dengan reuni keluarga ini justru bukan perkabungan—tapi adu argumen dengan segala fuss dan fight-nya.
Semua konflik ini menuntun penontonnya pada ‘menu utama’ film ini, yaitu sebuah perbincangan saat perjamuan makan selama kurang lebih 20 menit–membincangkan berbagai keraguan dan ketegangan yang menyengat telinga. Saya belum pernah tahu drama aslinya, tapi menurut saya, adegan perjamuan makan ini dimanifestasikan dengan sangat baik. Meskipun nampaknya, sutradara John Wells hanya memindahkan set panggung ini ke layar saja. Set piece ini sangat menggemparkan–terlebih saat keadaan memburuk dengan cepatnya dan tiba-tiba saja Violet sudah memuntahkan makiannya pada semua orang di meja makan.
Emosional dan cerewet adalah kata yang menurut saya paling tepat dalam menggambarkan film ini. Dramatisasi yang berlebihan dalam A:OC terkadang menyebalkan–semuanya terasa melankolis dan terlalu feminim. Untungnya, materi aslinya mampu membuat tema klasik ini menjadi sesuatu yang teatrikal—tidak alami (atau malah terlalu alami) namun berkelas.
Sisa 100 menit dari total durasi 2 jam ini menjadi kurang menarik jika dibanding menu utamanya. Harus memahami tiap dialog dengan baik untuk memahami apa yang terjadi. Beruntungnya lagi, deretan pemeran A:OC sangat menarik: Streep sangat emosional dan mudah meledak-ledak. Sementara Julia Roberts mampu mengimbangi peran Streep sebagai anak yang “kurang ajar” secara beralasan. Meskipun terasa ada miscast di bagian McGregor dan Cumberbatch, melihat para aktrisnya menyemburkan seluruh kata kasar mereka untuk masuk nominasi Oscar sungguh sangat memuaskan.
Saat memasuki bagian terbaiknya, film ini sangat mengagumkan. Sementara sisanya tak terlalu kuat dibanding bagian utamanya. Namun, Streep sebagai ibu… keren.

Leave a Reply