Inside Llewyn Davis (2013)

Read Time:4 Minute, 32 Second

Pada tahun 1961 di scene musik folk Greenwich Village, Llewyn Davis (Óscar Isaac) adalah seorang penyanyi folk berbakat namun malang nasibnya. Llewyn selalu dirundung masalah—tak punya alamat resmi hingga ia harus selalu berpindah dari sofa teman-temannya. Namun ia sangat egois, tak bertanggung jawab, dan bobrok; bahkan mantan kekasihnya, Jean (Carey Mulligan) pun menyebutnya “adik Midas”, yang hanya bisa merusak apapun yang disentuhnya. Inside Llewyn Davis adalah sebuah rangkuma seminggu perjalanan malang karakter kita ini.

Llewyn Davis merupakan tipikal tokoh buatan Joel dan Ethan Coen—pecundang dan orang malang. Sejak adegan pembuka, saat ia menyanyikan Hang Me, O Hang Me dari awal sampai akhir, kita sudah tahu bahwa ia memang berbakat (begitu juga Isaac yang menyanyikannya secara langsung). Namun setelah momen encore-nya yang ikonis, kita segera tahu bahwa ia hanya mampu mengakui talentanya saat ia telah menghancurkan segalanya.

Setelah beberapa lama, yang terlihat hanyalah seorang protagonis (yang layak dibenci) yang selalu menahan beban besar di pundaknya. Orang-orang datang dan pergi—Jean mantan kekasihnya yang hamil, Jim (Justin Timberlake) yang sama tak bergunanya, Gorfein (Ethan Philips) dan keluarganya, serta karakter John Goodman yang hanya sambilalu makin membuat kita simpatik pada Llewyn. Perjalanan Llewyn memang naas, tapi kita tak bisa berhenti tertarik akan kharismanya, meskipun tak ada jaminan bahwa semuanya akan berakhir melegakan. Dari situ Inside Llewyn Davis akan terasa canggung, sampai kau sadar bahwa seluruh film ini hanyalah cameo singkat untuk film Ulysses the Cat (Jika kau paham maksudku!).

Seperti biasa, The Coen Brother tetap berpegang teguh pada metode mereka untuk tidak membuat film mereka gagal—mereka membuatnya sangat rapi dan padat hingga kita dapat merasakan empati yang luar biasa pada protagonisnya. Terlebih, karena mereja telah menjadikan film ini kaya akan musik meskipun Inside Llewyn Davis bukanlah film musikal. Film ini dihiasi dengan lagu-lagu folk klasik seperti “500 Miles” dan “Please Mr. Kennedy” yang dinyanyikan juga dari awal sampai akhir oleh Timberlake dan Isaac. DEngan penggambaran scene musik folk 60-an yang nyata ditambah dengan pemendaran cahaya yang unik, Inside Llewyn davis menjadi film yang pahit sekaligus manis namun layak dinikmati.

Pastinya, film ini bukanlah film yang membosankan; tapi sejujurnya, film ini cukup melelahkan. Cukup aneh memang dan nampak seperti tanpa tujuan atau kesimpulan, tapi di balik itu semua, Inside Llewyn Davis bisa jadi film yang sensitif—yang mampu mencengkerammu dan masuk ke pikiranmu. Dan akhirnya, bukan hanya lagu-lagu sendunya saja yang dapat teringat, tapi perasaan berada “di dalam” Llewyn Davis.

3 responses

  1. […] Inside Llewyn Davis (Ethan & Joel […]

  2. […] familiar voices from popular singer-actor, from Anna Kendrick (Pitch Perfect) to Justin Timberlake (Inside Llewyn Davis) even She & Him’s lead vocal, Zooey Deschanel, Trolls is a melody-led adventure. The songs […]

  3. […] Within the constellation of Coen Brothers’ filmography, Hail, Caesar! has a distinct place. It appears more fun than lots like Burn After Reading or O Brother, Where Art Thou?; broader in sense than Barton Fink or A Serious Man; although, no deeper than their masterpieces (read: Fargo, No Country for Old Men, and Inside Llewyn Davis). […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!