Fargo (1996)

Read Time:5 Minute, 31 Second

Mendekati akhir serial terbatas FX, Fargo, saya putuskan untuk melihat akar serial ini. Pemenang Oscar tahun 1996 yang ditulis, diproduksi, disutradarai, dan disunting oleh Joel dan Ethan Coen alias The Coen Brothers, yang juga berjudul Fargo, adalah tujuan saya.

Fargo adalah sebuah crime thriller bersetting di Minneapolis, Minnesota yang terlalu dingin—saking dinginnya malah menjadi konyol. Awalnya, pertemuan antar karakter—Jerry Lundegaard (William H. Macy) yang malang, Carl Showater (Steve Buscemi) yang tak bisa diam, dan Grimsrud yang pendiam (Peter Stormare) sungguh tak meyakinkan, sehingga menjadikannya sedikit sulit untuk dianggap serius. Di tengah kalimat-kalimat ber-‘yah‘, ‘heck‘, ‘jeez‘, atau ‘you betcha‘, Fargo tak mungkin jadi film yang seserius seperti yang ditampilkan di peringatan ‘based on actual event‘ di awal film.

Namun, seketika pertanda buruk mulai bermunculan lewat adegan penculikan dan pembunuhan yang dipicu oleh rencana Jerry untuk menculik istrinya sendiri. Intinya, semua yang bisa berakhir buruk, akan berakhir buruk di Fargo—itulah inti dari semua kerumitan dan keruwetan yang terjadi di Fargo. Kemunculan Marge Gunderson milik Frances McDormand, seorang polisi lokal yang tengah hamil—dan juga memenangkan Oscar dalam kategori ‘Pemeran Wanita Terbaik’—menyempurnakan plot Fargo yang tak bercela ini.

Rencana Jerry untuk menculik istrinya sendiri terbukti bodoh. Uang yang diinginkannya ternyata datang dengan sendirinya, ketika ayah mertuanya, Wade Gustafson (Harve Presnell) ternyata menyetujui investasi palsu yang ditawarkannya. Konyolnya, Jerry tidak bisa membatalkan penculikan itu hanya karena ia tak bisa menghubungi balik para penculik yang disewanya. Sementara itu, penculikan istri Jerry ternyata tak berjalan baik—Carl dan Grimsrud terpaksa membunuh 3 orang tak bersalah dalam prosesnya. Semuanya menjadi makin rumit bagi mereka karena Marge, yang baru dimunculkan di second act, ternyata sangat berkeras hati untuk memecahkan kasus ini.

All in all, Fargo adalah sebuah kisah pahit tentang ‘uang’ yang senantiasa membodohi penontonnya dari awal hingga akhir. Dimulai dengan peringatan “based on actual event” yang diikuti dengan plot super rumit dan ruwet serta dipenuhi humor kelam, kemudian diakhiri dengan peringatan “This movie is fictional…” yang standar. Film ini digambarkan dengan indah terutama dalam menampilkan suspense serta Minnesota yang super dingin—dan meminjam nama Fargo dari Kota Fargo—semua berkat DoP Roger Deakins.

Di satu sisi, Fargo terasa seperti film masa kini The Coen Brothers, No Country for Old Man. Penjahatnya, Grimsrud dan Carl jika bergabung nampak seperti Anton Chigurh. Buscemi dan Stormare hampir bisa mencuri perhatian, bersama William H. Macy yang sempurna dalam memerankan pria lame dengan rencana busuk. Hampir… sampai Frances McDormand muncul dan menjadi bintang film ini. Penampilan ceria McDormand sangat mempesona meskipun hanya tampil dalam dua pertiga durasi film ini—semua berkat penokohan yang membumi dan aksen Minnesota-nya yang sempurna.

Kesimpulannya, Fargo adalah sebuah drama kriminal cerdas yang menampilkan kekerasan dan black comedy dengan sangat baik. Kombinasi plot kompleks, penokohan yang kompleks serta casts yang tepat, menjadikan Fargo mudah dikenang. Bahkan, almarhum Roger Ebert pernah berkata bahwa film-film seperti Fargo adalah alasan beliau cinta sinema; alasan yang tepat untuk menaruh Fargo di puncak daftar tontonmu.

5 responses

  1. Akbar Saputra Avatar
    Akbar Saputra

    And demolishing a body into woodchipper… so violent it lingers in me for days.

    1. Rumour has it the murder actually happened somewhere in Minnesotta zzz
      I also another Woodchippin “murder” in Tucker and Dale vs Evil

  2. The daily-kinda-way dialog talking about the not-so-daily-kinda-way plan is quite good in a number of aspects. Good acts. And well delivered—crime can happen anytime, anywhere, and just about by anybody (even idiots). A rare American movie. 🙂

    1. i find it surprising that Fargo the series makes good effort in delivering the nuance of the original film 🙂 also a rare series based on a rare film

  3. […] who seeks for escapes through treasure hunts.  She found an old VHS tape of Coen Brothers’ Fargo, which she’s mistaken as a documentary for it fake disclaimer, to trigger her […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!