Tahun ini, ada David Villeneuve bergaya Lynchian dengan Enemy,dan kini, ada Jonathan Glazer bergaya Kubrickian lewat horror luar angkasanya yang membingungkan, Under the Skin.
Scarlett Johansson menjadi makhluk luar angkasa yang mengembara di sekitar Skotlandia, menggoda para pria pejalan kaki dan memangsa mereka. Ia berkeliling dengan sebuah van putih yang aneh dan nampaknya selalu diikuti oleh pengendara motor misterius. Ia menanyai orang tentang Jalan M8, kantor pos, atau apapun itu; ia memanipulasi rasa simpatinya terhadap para korbannya untuk memancing mereka masuk sarangnya (dan memangsa mereka dengan suatu eksekusi yang terlalu sayang kalau saya ceritakan di sini, yang jelas keren).
Apa motifnya, bagaimana caranya memangsa para korbannya, dari mana asalnya, dan alasannya melakukan semua itu tetap dibiarkan tak terjawab dan masih mengundang tanya. Selanjutnya yang ada hanyalah “suatu pengungkapan diri” alien Scarlett Johansson yang membingungkan manusia sekaligus bingung karena kelakuan manusia. Sepertinya alien ini kebingungan dengan definisi manusia yang real dan apa artinya hidup sebagai manusia. Hanya gambar surreal dan komposisi musik memilukan dari Mica Levi yang mampu menjelaskan space odyssey luar biasa yang sudah melampaui semiotika dan literatur apapun.
Film ini dingin dan misterius seperti jalanan Skotlandia. Ini lebih dari sekedar pemaparan tentang apa yang terjadi dengan karakternya; film ini bisa jadi sebuah refleksi mendalam tentang persepsi kita akan kemanusiaan. Under the Skin sangat obscure sekaligus menakutkan; meskipun kita tidak tahu atau tidak ingin tahu pesan apa yang disampaikan film ini, kengerian film ini masih akan menghantui kita–baik kengerian perilaku si alien atau saat kita sadar akan eksistensi kehidupan manusia “yang faktual.”
Under the Skin sangatlah orisinal, meskipun ada sedikit pengaruh Stanley Kubrick. Film ini punya semua hal untuk membingungkan dan membuatmu frustasi—saya memang bukan seorang jenius yang bisa paham film ini seketika, tapi saya langsung tahu film ini sangat mempesona. Terlebih, candid camera yang selalu mengikuti dan mereka Johansson menghasilkan gambar nyata tentang reaksi natural orang-orang pada Johansson. Beruntungnya tidak ada pejalan kaki yang benar-benar hilang (dimangsa alien) dalam pembuatan film ini.

Leave a Reply