Much Ado About Nothing (2013)

This reimagining of Much Ado About Nothing is elegantly classic but accessible—without ignoring the original language that stays intact. Whedon creates an alluring illusion of lo-fi cinema with what comes with his big idea; such a great score to clean the grand palette of his exuberant Avengers assemble.

READ THIS REVIEW IN:

ย ย 

Segera setelah produksi film superhero berpenghasilan terbesar di dunia, The Avengers, sutradara Joss Whedon banting setir 180 derajat. Dengan merahasiakan syuting selama 12 hari di rumahnya di California, ia menyutradarai sebuah adaptasi santai dari play Shakespeare berjudul Much Ado About Nothing dengan versinya sendiri—romantis dan penuh pemuasan diri.

Penuh percaya diri, Whedon menyingkirkan semua kemewahan Avengers dan menyederhanakan semuanya. Segala hal diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan ilusi yang menggoda—sinema lo-fi dengan sinematografi monokromatik dan scoringย bernada jazzy, yang sukses mengaburkan setup yang Whedon kehendaki. Sisa setupnya sangat elegan—setelan tunik diubah jadi jas dan arsitektur Gregorian-nya diubah jadi properti khas Santa Monica, namun dialognya tetap sama dengan naskah asli Shakespeare, seperti Romeo+Juliet-nya Leo DiCaprio.

Menariknya, kesalahpahaman terstruktur yang mengisi plot film ini ternyata mudah diikuti. Dengan arahan Whedon, cekcok antara Bea (Amy Acker dari serial Angel) dengan Bene (Alexis Denisof, juga dari serial Angel) akibat mencoba ikut campur dalam memperbaiki hubungan pasangan muda, Hero (Jillian Morgese) dan Claudio (Fran Kanz), jadi mudah diikuti. Hubungan aneh Bea dan Bene jelas menjadi bukti bahwa karya Shakespeare tak pernah lekang oleh waktu. Di akhir film yang bahagia, saya makin yakin bahwa tragic-comedy Shakespeare ini sangat fleksibel, bahkan sutradara Avengers pun mampu menyutradarainya dengan keren.

Jangan salahkan siapapun kalau kau tak menyukai adaptasi ini. Jika Much Ado About Nothing ini tidak membuatmu bahagia, kau mungkin seperti Bene yang mabuk akan makna kebencian palsunya pada Bea, atau mungkin kau cuma tak paham dialognya.

1 comment on “Much Ado About Nothing (2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *