Annabelle (2014)

Read Time:4 Minute, 24 Second

READ THIS REVIEW IN:

  

Potongan adegan dari The Conjuring mengawali kisah gruesome dari Annabelle (ingat para suster yang mendapat gangguan supranatural dari boneka yang “kerasukan”? Adegan itu ditambah voice cameo dari Ed Warren alias Patrick Wilson). Annabelle dimulai dengan flash back beberapa bulan sebelum kejadian tadi; ada sepasang pasutri, Mia (Annabelle Wallis) dan John (Ward Horton), yang tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka. John memberi hadiah pada istrinya yang tengah hamil sebuah boneka porselen yang nantinya menjadi sang boneka ‘antagonis’. Namun, tiba-tiba malapetaka—yang melibatkan sekte satanis—mengancam keluarga ini dan semuanya takkan pernah sama lagi.

Melihat dari premisnya, Annabelle seharusnya bisa menjadi perluasan universe-nya The Conjuring yang bermakna, meskipun spin-off ini sebenarnya adalah prekuel (dua sosok yang terindikasi sebagai The Warrens disinggung di film ini). Dengan James Wan sebagai produser dan DoP favoritnya, John R. Leonetti, sebagai sutradara, ditambah viral strategi memakai embel-embel ‘Conjuring‘, perbandingan antara Annabelle dan The Conjuring jelas tak terelakkan lagi.

Menyutradarai spin-off film horror sukses tentu bukanlah pekerjaan mudah. Leonetti (yang punya takdir semacam Chris Nolan-Wally Pfister dengan James Wan) tahu pasti formulanya; ia tahu semua komposisi yang membuat film-film horror karya Wan menjadi cult—intinya, dia tahu teknik visual yang selalu berhasil membuat penonton merasa terisolasi, dia tahu di mana adegan jump scare seharusnya ditempatkan, dan ia tahu bagaimana cara membuat adegan “biasa” terasa menakutkan. Namun, ujung-ujungnya Annabelle malah gagal menyamai The Conjuring, bahkan terasa not half as fun and scary as pendahulunya. Leonetti kehilangan kualitas Wan dalam mempresentasikan horrornya—dia kehilangan ‘hati’ dari film horror.

Secara teknis, Annabelle jelas adalah carbon copy dari The Conjuring dengan adegan jump scare yang lebih gampang diprediksi. Beberapa momen memang punya orisinalitas; pergerakan dinamis kamera pun selalu berhasil membuat saya amazed, meskipun momentumnya sering tertebak. Namun, permasalahan utama Annabelle adalah plotnya yang terkesan horror over substance (apalagi endinginya). Skrip Gary Dauberman gagal meyakinkan penonton bahwa ancaman utama film ini adalah si titular Annabelle—sebuah boneka. Seluruh plotnya terjebak dalam pusaran prioritas ingin menampilkan horror keluarga, boneka kesurupan, sekte satanis, atau kotbah gospel. Annabelle gagal menjadi Annabelle.

Annabelle terasa seperti spin-off lucu yang terlalu digembar-gemborkan. Perbandingan dengan The Conjuring jelas tak mungkin lagi, karena film ini tidak lebih seram dari film boneka James Wan, Dead Silence.

10 responses

  1. It has thrilling effect! love the show, tapi tidak mengena di hati. Actually, Conjuring juga ga sebagus itu, cuma karna embel true story, jadinya saya excited haha. The function of horror movies cuma buat menyalurkan adrenaline buat saya. He knows the drill very well then :p
    Yang paling predictable dan saya kurang suka sebenarnya scene di ruang bawah tanah. GARING. and oops..cheessy. for me. Kayak de javu berkali-kali. Yah sebagai manusia yang mencoba optimis dan gamau jadi sotoy, saya pikir itu mungkin mau mengangkat interior dan kejadian asli kali ya.. Mungkin juga rata-rata Tahun segitu, apartment lantai bawah hampir sama semua, so it looks predictable and boring.

    1. Annabelle punya materi dan teknik yg oke cuman sayang… membuat penonton malas berpikir

  2. salah siapa jd? cacat dmn? apa yg musti di improve?

    1. Ini salah si marketing pasti… Kalau kaya Insidious atau Conjuring kan penonton maaih dipaksa menebak-nebak kisahnya, instead of scary momentnya…

      1. 🙂 mustinya bisa dikemas lbh maju mundur kali ya. soalnya ceritanya pun uda bisa di cari. apalagi the warrens ada webnya. ada horror lagi ga? -_-

        1. bener 🙂 lagipula kan orang udah tahu identitas si Annabelle ini haha
          horror bagus? Aku pingin nonton Babadook, tapi gak tayang di manapun di Jogja

    2. annabelle banyak cacatnya gan, mungkin bikin jumpscare penonton horror awam, tapi storynya ga dibangun, spt kata adminnya annabelle jadi bukan annabelle.

  3. […] a harrowing debut back in The Conjuring, the evil porcelain doll was later lambasted for the faulty standalone movie back in 2014; however, its prequel, Annabelle: Creation (2017) bounces harder and provides a hell of a ride that […]

  4. […] before Annabelle stole the show in The Conjuring, before finally had its own lambasted standalone, James Wan with his frequent collaborator, Leigh Whannell, have already made terrors with living […]

  5. Review Annabelle Comes Home (2019) – Paperblog

    […] a harrowing debut back in The Conjuring, the evil porcelain doll was later lambasted for the faulty standalone movie back in 2014; however, its prequel, Annabelle: Creation (2017) bounces harder and provides a hell of a ride that […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!