Begin Again (2014)

Begin Again sings its story out as the songs become ear-candies with delicate tunes, and the movie becomes eye-candy with astonishing views of New York and great angles to highlight emotions.

READ THIS REVIEW IN:

  

Kalau menilai dari judul dan nuansa posternya, Begin Again tampak seperti sebuah drama musikal romantis yang generic, biasa-biasa saja; namun, ternyata film ini tak sebanal itu. Mungkin memang ada banyak hal yang klise, tapi tunggu dulu, ada banyak kejutan dalam drama ringan ini. Ingat: Begin Again ditulis dan disutradarai oleh John Carney, yang film musikalnya Once memenangkan Best Original Song di Oscar; dan kali ini, ia menulis kisah yang lebih sederhana dengan casts yang lebih besar.

Begin Again dimulai in media res, saat seorang penyanyi sekaligus penulis lagu muda, Gretta (Keira Knigthley) diminta tampil di atas panggung oleh rekannya. Penonton di sana nampak kurang tertarik, namun, Dan (Mark Ruffalo), seorang record label executive, nampaknya sangat tertarik dengan penampilan Gretta. Pada akhirnya, Dan menawarkan suatu kesempatan yang sulit untuk Gretta tolak.

Kemudian, lewat beberapa flashback, terungkaplah siapa kedua orang itu sebenarnya. Dan adalah seorang record label executive bermasalah yang tinggal terpisah dari istrinya, Miriam (Catherine Keener) dan putrinya, Violet (Hailee Steinfeld). Sementara itu, Gretta adalah mantan kekasih seorang artis pendatang baru bernama Dave Kohl (Adam Levine dari Maroon 5 doing Justin Timberlake).

Gretta menerima penawaran Dan untuk memproduksi sebuah road album dengan visi Dan dan talenta Gretta. Lalu mereka mulai saling tertarik ke dalam kehidupan satu sama lain (meskipun lebih banyak menyasar ke kehidupan Dan). Sutradara Carney tahu benar cara menampilkan kisah seperti ini sejenak saat film ini mulai “bernyanyi.”

Singkat kata, Begin Again menyanyikan kisahnya dengan menarik (seperti Chef memasak kisahnya atau Premium Rush menggowes kisahnya). John Carney sangat profesional dalam menarasikan kisahnya dalam gaya musik video, dan bahkan, road concert video; yang mengangkat seluruh emosi di film ini dalam lagu-lagu pop yang easy listening, lengkap dengan nada yang catchy dan lirik yang cocok dikutip. Saat soundtracknya (termasuk ‘Lost Stars’ atau ‘Tell Me If You Wanna Go Home’—my personal favorite) mulai blend in dengan plotnya, titik balik drama ringan ini dimulai; sementara lagu-lagunya menjadi ear-candy, filmnya sendiri menjadi eye-candy lewat pajangan pemandangan New York yang tidak “biasa-biasa saja.”

Meskipun plotnya didikte dengan klise, Begin Again akhirnya menemukan irama yang pas lewat musikalitasnya. You just can’t ‘no sing’ nor ‘no hum’ with every beat of this movie.

8 comments on “Begin Again (2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *