Friday, January 15

What If (2014)

*Estimated Read Time: 3 mins

READ THIS REVIEW IN:

  

Ketika Wallace (Daniel Radcliffe), mantan mahasiswa kedokteran yang ditinggalkan pacarnya (Sarah Gadon dalam cameo singkat yang tetap memukau), bertemu Chantry (Zoe Kazan) di sebuah pesta—pesta yang juga mempertemukan sobat Wallace, Allan (Adam Driver) dengan pasangan hidupnya, Nicole (Mackenzie Davis), nampaknya semua ini akan berujung pada kisah romantis yang super mulus (layaknya di film Richard Curtis saja).

Tapi hal itu tidak berlaku di What If (yang judul aslinya adalah The F Word—bukan f word yang itu, tapi “friend“). Ternyata Chantry sudah memiliki kekasih bernama Ben (Rafe Spall) dan sudah 5 tahun hidup hidup bersama. Namun, koneksi instan antara Wallace dan Chantry tidak bisa dihilangkan (atau dialihkan) begitu saja; untuk itulah Wallace setuju-setuju saja untuk terlibat dalam hubungan platonik—penuh tarik ulur tapi tanpa kontak fisik—dengan Chantry.

Dari perspektif manapun, plot What If sangatlah konvensional dan familiar, bahkan kalau boleh jujur, itu terlalu biasa dan mudah terlupakan. Tapi, begitu saja kah?

Beruntungnya, kebanalan ini berujung manis lewat chemistry yang asyik antara pemeran utamanya. Daniel Radcliffe—sebagai orang biasa yang bukan siapa-siapa: bukan penyihir, bukan pria yang dihantui, bukan pemrakarsa generasi Beat, bukan juga pria bertanduk—mampu menampilkan kapasitasnya lewat “koneksi”-nya dengan Zoe Kazan. Dialog mereka yang sok imut namun tajam kadang terkesan tacky, mungkin norak, tapi sangat realistis dan berhasil menjadi penggerak cerita—thanks to scriptwriter sekaligus executive producer, Elan Mastai yang dengan meyakinkan mengadaptasi drama Toothpaste and Cigars ke layar tanpa terkesan kaku.

Meskipun momen-momennya sering jatuh ke dalam stereotip genre-cliche, What If tetaplah sebuah drama yang bagus dengan dialog yang manis dan chemistry orisinal para pemerannya. Jangan lupa juga Adam Driver, yang akan tampil di Star Wars eps. VII, selalu berhasil menghasilkan tawa dalam penampilannya dengan Mackenzie Davis lewat chemistry yang sama baiknya.

Nampaknya, sutradara Michael Dowse sukses menjadi pemuja chemistry kali ini. Decent job.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter Timeline

error: Content is protected !!