Locke (2014)

Read Time:5 Minute, 23 Second

READ THIS REVIEW IN:

  

Ada apa dalam film Locke? Pertanyaan paling klise tahun ini. Jawabannya: penampilan solid Tom Hardy—di dalam sebuah BMW dengan call connectivity—ketika menerima banyak telepon sekaligus. Locke adalah sebuah hasil eksperimen road drama karya Steven Knight. Judulnya mengacu pada Ivan Locke—satu-satunya tokoh yang muncul di layar—yang diperankan oleh Tom Hardy dengan karismanya; sementara itu, seluruh filmnya sendiri bercerita tentang sebuah malam yang sangat krusial dalam hidupnya, malam di mana satu-satunya teman adalah pilihan.

Ivan Locke adalah seorang construction builder terpercaya. Ia tengah dalam perjalanan pulang untuk menonton pertandingan sepak bola bersama istri dan anaknya, serta bersiap-siap untuk pekerjaan terbesar dalam hidupnya esok pagi. Dua hal besar menunggu pria ini malam itu, sebelum sebuah panggilan telepon merubah segalanya.

Siapa sangka kalau wanita idaman lain Ivan menghubungi, memberitahukan tentang persalinan anak mereka? Dan siapa sangka Ivan akan merubah arah pulangnya—meninggalkan semua yang ia tahu: keluarga, pekerjaan, dan hidupnya. Lalu, siapakah Ivan sebenarnya? Pria hidung belang? Tidak sesederhana itu. Ternyata, perselingkuhannya hanyalah suatu “kecelakaan” dan justru berujung buruk. Saat selingkuhannya ingin merawat bayinya, lantas apa yang bisa ia perbuat?

Masalahnya, M6 adalah jalan yang sangat panjang dan hampir tidak ada jalan memutar yang mudah. Jelas, Ivan tidak bisa pergi dari mobilnya. Ia hanya bisa berbicara lewat teleponnya, mencoba mengatasi setumpuk neraka dalam satu malam. Jauh di depan: kelahiran putranya tidak bisa menunggu lagi. Di belakang: keluarganya tidak serta merta menerima keputusannya, sementara pekerjaan konstruksi yang ia tinggal justru kacau. Dia sendiri harus mengatasi semua masalah ini—hanya dia dan teleponnya.

Semua kerumitan dalam Locke hanya digambarkan dalam dialog—namun terasa sangat pelik. Kita bisa ikut merasakan apa yang ia rasakan. Apalagi, Tom Hardy—tanpa ada pasangan main—mampu menghadirkan situasi yang tak nampak namun terasa sangat kusut itu. Sutradara Steven Knight hanya membantu Hardy dengan nuansa dan atmosfer, selebihnya hanyalah penampilan cemerlang Hardy yang bertindak—sangat emosional, sangat simpatetik. Hanya saja, kita takkan pernah tahu backstory antara Ivan dan semua karakter lain yang hanya kita dengar lewat telepon; dan film ini sama sekali tidak memberi clue. Jadi, yang kita saksikan hanya secuil fragmen kehidupannya yang “mengalienasi” penontonnya.

Namun bagaimanapun juga, Locke tidak lepas dari penampilan cemerlang Hardy (hampir se-badass penampilannya di Bronson), meskipun hanya ekspresi wajah dan gesturnya yang bisa kita amati. Namun, karakterisasi bukanlah sajian Locke, sajian utamanya adalah konflik yang dipresentasikan dengan unik, menjadikan Locke sebuah kisah yang padat. Knight, eksperimen diterima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!