DOUBLE TROUBLE: EVIL DEAD Vs. THE RAID

Evil Dead (2013) karya Fede Alvarez dan The Raid (2012) karya Gareth Huw Evans adalah 2 completely different movies. You see? They’re off completely different ol’ things. Tapi bagaimana jika saya membandingkan keduanya? We’ll see. Kedua film ini adalah permulaan dari segmen “Double Trouble” di Sinekdoks. So, let’s shoot.

EVIL DEAD

Evil Dead (2013)

Bodohnya, saya ketinggalan menyaksikan Evil Dead di bioskop, karena jadwal tayangnya yang secepat komet (for unknown reason). Saya pun harus menanti sampai keping DVD the most anticipated movie of 2013 ini rilis. Well, after all, review pun tak lagi relevan untuk membahas film yang paling saya tunggu ini. That’s why, segmen ini menjadi pembalasan dendam saya.

The-Raid

The Raid (2012)

Film Indonesia yang judul asilnya “Serbuan Maut” ini memang menjadi film yang fenomenal bagi sejarah perfilman Indonesia. Dengan “jualan” aksinya yang jor-joran, film ini menjadi parameter film action terbaru (bahkan bagi Hollywood). Kritik dan pujian bertebaran bagi Gareth Huw Evans maupun Iko Uwais, sang “pengaksi” utama, atas kebrutalan yang divisualiasikan film ini.

Well, let’s start the battle!

Directors: Gareth Evans vs. Fede Alvarez

Kedua sutradara ini bukanlah “siapa-siapa” di kancah film internasional sebelum kedua film mereka ini rilis. Jadi, bisa dikatakan kedua film ini adalah tonggak sejarah bagi kedua sutradara muda ini. Yang menarik, Gareth Evans adalah orang Irlandia yang menyutradari film Indonesia yang akhirnya laris di pasar internasional, sementara Fede Alvarez adalah orang Uruguay yang film-film pendeknya membuat Ghost House Pictures memasrahinya kuasa untuk mereinkarnasi The Evil Dead klasik karya Sam Raimi. Kesimpulannya, keduanya adalah sutradara dari “foreign world” yang menjadi fenomenal bagi perfilman dunia (untuk penonton awam). Nobody can’t agree more.

Actors: Iko Uwais – Yayan Ruhiya vs. Jane Levy – Shiloh Fernandez

Iko Uwais ber-team up lagi dengan Yayan Ruhiya sebagai deretan cast The Raid setelah sebelumnya mereka “menendang” di Merantau. Sedangkan, Shiloh Fernandez, pemeran Peter di Red Riding Hood (yang berwajah Indonesia HAHAHA), diketemukan dengan Jane Levy dalam me-redefine-kan Ash dan Linda menjadi hubungan kakak adik David dan Mia. Kedua pasang tersebut juga menemukan worldwide fame melalui kedua film ini. Menurut saya, acting mereka dibiarkan tak terpoles, yang penting mereka bisa memaksimalkan “jualan” masing-masing.

Suspension: Different Genre, Same Suspension!

The Raid menjual action pencak silatnya, sementara Evil Dead menjual pure horror-nya. Tapi satu hal yang membuat mereka terlihat sama. Keduanya tahu cara menjaga penonton tegang dalam terror-suspension. The Raid mengumbar adegan bertarung yang artistik, tidak peduli dengan acting yang makin garing, dan dialog yang lame, sedangkan Evil Dead mengumbar horror artistiknya, yang banyak mengambil referensi dari The Evil Dead orisinal, dan memodifikasinya dengan sentuhan horror modern yang, menurut saya, “too zombie” dan “too logic“, serta “too gory.” Anggaplah, 1/4 awal film adalah perkenalan singkat, setelah itu pasar suspense.

the-raid

Practical FX, and special CGI

Semua orang tahu, untuk visual dan makeup, serta effect gore, kedua film ini mengedepankan practical FX. Lihatlah luka-luka hasil belati-nya Iko Uwais, serta luka-luka hasil “cutting moment“-nya Evil Dead. Sangat practical. Menurut penglihatan saya, kedua film ini hanya menunjukkan CGI untuk efek api dan ledakan. Coincidence?

evil dead

Setting: Sempit!

Satu kata untuk menangkar penonton agar terus tegang: ruang sempit. The Raid berfokus di gedung yang nyaris tanpa jalan keluar, dikelilingi peneror berwujud berandalan penuh senjata. Evil Dead berfokus di kabin kecil yang jalan keluarnya sudah diblok oleh peneror yang sama sekali tak berwujud. Coincidence?

Homage?

Ingat adegan Iko Uwais sembunyi di balik tembok kayu dengan machete yang ditusuk-tusukkan? Ternyata adegan ini ada juga di Evil Dead, dengan lebih berisik, minus penghapusan darah a la Iko. Direct homage, ‘kah?

Evil Deadite

Ternyata, menurut kaca mata saya, Evil Dead adalah cerminan The Raid dalam bentuk lain. Seolah titisan Chu Pat Kay dalam wujud lain. You know what I mean.

2 thoughts on “DOUBLE TROUBLE: EVIL DEAD Vs. THE RAID”

Say something! Say something!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s