The Conjuring (2013): Box Office of Terror

James Wan menghadirkan lagi horror tradisionalnya (persilangan film horror Barat dengan gaya Asia) lewat film terbarunya, The Conjuring. Setelah sebelumnya ia memanifestasikan pemikiran “terror”-nya lewat Saw dan the so-called Insidious, ia kembali lagi dengan formula standarnya namun dengan pendekatan yang berbeda: Sebuah horror modern dengan sentuhan vintage yang menegangkan.

Praktis, setelah Paranormal Activity orisinal, film horror di era modern ini menjadi sedikit “seragam” dengan kehadiran film-film seperti Insidious dan Sinister (yang mentereng) atau seperti The Haunting in Connecticut (versi underrated-nya). Formula keluarga pindahan rumah dan menempati rumah berterror sepertinya menjadi hype baru di dunia film horror. Formula ini juga diadaptasi The Conjuring, namun dengan approach yang sedikit frontal, yang justru memenangkan minat penonton, sebelum film ini rilis. Alhasil, film horror ini seolah benar-benar menjawab ekspektasi penonton dengan apa yang ia tawarkan sebelumnya.

TheConjuring-Sinekdoks

Terror Before the Terror

Sebelum kisah dimulai, The Conjuring sudah di atas awan. Pertama, mereka sudah memberi statementBased on True Events of The Warrens” pasangan “pemburu hantu” yang kondang di Amerika (yang juga menangani kasus Amityville). Kedua, statement-nya diperjelas lagi, menyatakan bahwa film ini berdasarkan suatu kasus yang even too malevolent to tell. Makin membuat penasaran penonton, se-malevolent apakah sehingga The Warrens menyembunyikannya? Rasa penasaran penonton itulah yang diolah menjadi ketakutan mereka sendiri dalam The Conjuring.

TheConjuring-Sinekdoks-5

The Unlucky Perrons and The Mighty Warrens

Kisah The Conjuring sendiri sebenarnya menitik beratkan pada hubungan dua keluarga (yang karena kasus ini menjadi terhubung), yaitu Keluarga Perron –keluarga yang beruntung bisa membeli rumah baru dan pindah ke Rhode Island, namun kurang beruntung karena rumahnya itu ternyata “haunted“; dan Keluarga Warren –pasangan pemburu hantu yang sudah melanglang buana menjamahi kasus-kasus mistis.

Keluarga Perron terdiri atas ayah Roger (Ron Livingston) dan istrinya Carolyn (Lili Taylor) serta kelima anak gadis mereka. Sementara Keluarga Warren terdiri atas Ed (Patrick Wilson, sang Ayah di Insidious), satu-satunya demonologist yang diakui Gereja, yang bukan pendeta, dan istrinya Lorraine (Vera Farmiga) yang berbakat clairvoyant. Kedua keluarga dipertemukan oleh nasib buruk Keluarga Perron, yang pada akhirnya justu malah mengungkap rahasia kejam di masa lalu, yang juga bisa membahayakan Keluarga Warren.

Terlihat klise memang, namun yang menarik justru: di bagian mana kah yang menyebabkan kasus ini disembunyikan The Warrens?

TheConjuring-Sinekdoks-2

Why You Should Conjure in Conjuring

The Conjuring memang sepintas terlihat seperti Insidious, tanpa gimmick OOBE-nya. Jika ingat Claire dan kedua anak buahnya di Insidious, seperti itulah gambaran pekerjaan The Warrens. Kesimpulannya, The Conjuring adalah Insidious versi primitif dan vintage dengan sentuhan horror yang lebih klasik. Namun, jangan harapkan nuansanya seseram film horror Asia, why? Karena konsep The Conjuring masih sangat jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, konsep jump scare yang ditawarkan The Conjuring bisa jadi yang paling “mengena”, meskipun tak se-gory Evil Dead remake.

Dan pastinya, aftermath dari The Conjuring pasti berujung pada rasa penasaran yang mendarah daging. Apalagi dengan fakta bahwa The Warrens memang ada dan masih hidup. Apalagi (menurut sumber IMDB) Lorraine Warren ikut ber-cameo, dan menurut Andrea Perron (salah satu anak Keluarga Perron), kisah The Conjuring hampir serupa dengan kisah aslinya. What the–

Another credit diberikan untuk pasangan Patrick Wilson dan Vera Farmiga. Keduanya terbukti makin kokoh di dunia horror setelah sebelumnya sudah tampil terpisah; Patrick di Insidious dan Vera di Orphan. Bukan menjadi kejutan, jika di masa depan mereka ditandemkan lagi.

TheConjuring-Sinekdoks-3

Bagi penggemar film horror, The Conjuring mungkin cukup layak ditonton. Sementara, bagi penonton awam, film ini memberi pengalaman horror terbaru dan termenohok untuk masa kini.

TheConjuringTITLE: The Conjuring

GENRE: Horror

DIRECTOR: James Wan

CAST: Patrick Wilson, Vera Farmiga

RATING:3star

7 thoughts on “The Conjuring (2013): Box Office of Terror”

  1. emang the warrens sebagai jagoan sih ya. kayaknya oke juga tiap kasusnya dijadiin film hahah *ngarep. Bagus sih, tokoh utama the Warrens tapi sbenernya fokusnya menguak satu kasus si Bathsheba itu. For horror in 2013, i prefer conjuring daripada Mama haha. jelas..Mama terlalu ‘komputer’. Tapi WWZ walaupun komputer bgt zombienya, thrillingnya terasa wah hahah. plinplan deh gw..

    Like

    1. “plinplan deh gw” –> jawaban hahaha
      ya Mama, horror dan fantasi (ya biasalah GdT), lalu WWZ ini yang perlu ditunggu sekuelnya :p
      intinya perlu lihat juga gimana rasanya ada sutradara bikin 2 film horror yang rilis di tahun yg sama hoho

      Like

      1. judgment awal buat insidious2, ga seheboh yang pertama. ekspektasi kita terlalu berlebihan untuk insidious. kayaknya bakal membosankan. hahah yah tapi hiburan horror tiap minggu patut dinikmati dan dihargai :3

        Like

Say something! Say something!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s