READ THIS REVIEW IN:
Nightcrawler adalah sebuah thriller super gelap dan thought-provoking yang dibalut dengan sisi liar set-piece khas Los Angeles. Debut sutradara Dan Gilroy ini dengan gamblang menyindir dan mengkritisi media masa modern yang penuh sensasi, terutama program berita di TV yang hanya doyan kontroversi. Kisah Nightcrawler berkutat di seputaran jalanan kota L.A. di malam hari sampai ke kantor direksi channel TV lokal; tanpa ampun membongkar isi kapitalisme berita dengan nuansa suram dan humor yang muram. Kedengarannya rumit? SALAH BESAR. Film ini justru bagaikan kebut-kebutan di jalanan L.A. dengan tingkat adrenalin maksimal.
Jake Gyllenhaal jadi bintang utamanya dalam perannya sebagai Loou Bloom, seorang pria misterius yang sangat butuh pekerjaan. Dia mengaku sebagai seorang fast-learner, sekaligus negosiator yang cakap bicara, namun dari gerak-geriknya, nampak bahwa ia adalah sosiopat yang sangat manipulatif. Ia tertarik dengan pekerjaan para kru berita freelance yang memfilmkan kriminalitas dan kemalangan setiap malam namun berpenghasilan besar (para pekerja ini disebut: nightcrawler). Lou segera terjun ke dunia nightcrawling—mempertaruhkan kehidupannya untuk mengejar uang di atas penderitaan orang lain. Ketika seorang produser berita veteran, Nina (Rene Russo) tahu semangatnya, Lou justru makin menjadi, ia mulai bertindak melampaui kode etiknya. Namun, ia tahu impiannya, dan impiannya sungguh besar.
Gyllenhaal bernar-benar bersinar di film ini sebagai seorang sosiopat, yang sangat ia dalami perannya. Ia bagaikan Norman Bates-nya Psycho atau malah Patrick Bateman-nya American Psycho. Lou Bloom tahu benar apa obsesinya, dan ia sangat percaya akan keyakinannya bahwa alasan seseorang mengejar sesuatu itu sama pentingnya dengan apa yang ia kejar. Penampilan gila-gilaan Gyllenhaal sungguh menyebalkan namun menyenangkan; penampilannya membayangi peran Rene Russo yang mulai dapat kelasnya lagi ataupun Bill Paxton ayng sinis. Namun, penampilan Gyllenhaal diperkuat oleh wingman-nya Riz Ahmed yang sukses mengompori perilaku karakter Gyllenhaal dengan segala tetek bengeknya.
Sampai akhir film, kita memang tidak tah alasan Lou Bloom sangat terobsesi dengan kehidupan nightcrawling-nya, tapi dengan semua paparan di film ini, kita tidak akan merasa sama lagi saat menonton berita di TV. Nuansa dalam Nightcrawler terus bersembunyi di balik roda kapitalisme, sehingga kita takkan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Efeknya besar bukan?

Leave a Reply