Baby Driver (2017) – Review

Baby Driver (2017) Review - Ansel Elgort, Jamie Foxx, Eiza Gonzales & Jon Hamm

Semenjak dari adegan pembukanya yang super memuaskan, Baby Driver sudah menghadirkan kesan bahwa film ini ‘bukan sekedar film aksi dengan soundtrack yang keren.’ Sedari Baby (Ansel Elgort) tancap gas diiringi lagu The Jon Spencer Blues Explosion – Bellbottoms, pertandanya sudah mulai keliatan. Adegan selanjutnya, saat kamera (dalam satu tracking shot panjang) membuntuti Baby selagi membeli kopi setelah misi perampokan berhasil, makin memperkuatnya.

Kedua adegan pembuka tersebut membuktikan bahwa track lagu eklektik dan parade aksi gila-gilaan bisa membaur. Bahkan, musik bisa merasuk sampai ke sinematografi, koreografi, pengadeganan serta editing. Hanya dalam film arahan (dan tulisan) Edgar Wright ini, keahlian film-making dan repertoire music-nya yang exquisite menyatu dengan sempurna.

Baby Driver (2017) – Ansel Elgort | Image via themoviedb
Baby Driver (2017) – Ansel Elgort | Image via themoviedb

Lagu-lagu avant-garde menderu-deru dari iPod milik Baby—seorang getaway driver yang bekerja untuk raja criminal Atlanta, Doc (Kevin Spacey)—agar ia tak terganggu bunyi bising yang disebabkan tinnitus yang ia derita sejak kecil. Lelah dengan statusnya sebagai criminal-for-hire, Baby sudah sangat ingin meninggalkan dunia kriminal, apalagi ketika ia bertemu seorang pramusaji bernama Debora (Lily James). Ia hanya ingin ber-road trip dengan Debora dan kabur begitu saja; tapi, dunia kriminal bukanlah dunia dengan dua pintu.

Kisah tentang getaway driver pendiam yang dipenuhi soundtrack keren sendiri sebenarnya bukanlah hal yang baru, Nicolas Winding Refn pernah menghadirkannya dalam Drive (2011). Namun, Baby Driver punya gaya sendiri yang paten. Elemen musikalnya bukan sekedar dekorasi saja, tapi sekaligus menghadirkan insight yang lebih dalam mengenai kondisi karakternya. Setiap pergerakan karakter, timing tembakan, decitan roda mobil bahkan transisi antar adegan mengikuti irama music yang sedang bermain. Setiap lagu dihadirkan seutuhnya; bahkan, jika terjadi absen lagu di layar, suara bising tinnitus Baby bisa terdengar.

Elgort sukses menghadirkan persona Baby yang tenang dan innocent. Dengan dandanannya yang mirip Han Solo 2K17 (perlu diingat bahwa Elgort nyaris jadi Solo muda andai peran itu tidak jatuh ke tangan Alden Ehrenreich; perlu diingat juga bahwa Wright pernah bermasalah dengan Disney pun), Baby selalu tampil cool sembari menyembunyikan jati diri aslinya di balik iPod dan aneka kaca mata hitam. Namun, ia bisa menjadi diri sendiri ketika ia di rumah bersama ayah angkatnya (CJ Jones); dia bisa menyanyi, menari, bahkan me-remix perbincangannya dengan orang-orang dan menjadikannya lagu (yang ia labeli dengan berbagai topik). Dari sana, penonton diajak menelaah sisi rapuh Baby yang berhubungan dengan trauma masa kecilnya.

Edgar Wright dengan cermat merunut setiap elemen dan kejadian dalam Baby Driver balik ke ‘kelemahan’ Baby. Berbagai pilihan lagu bahkan keputusannya menekuni karier kriminalnya pun bisa dirunut sampai titik yang sama. Romansa Baby dengan Debora yang mendistraksi penonton dari kejamnya dunia kriminal (termasuk adegan laundry-nya yang indah) pun bisa dirunut ulang hubungannya dengan kehilangan besar Baby dari masa lalu.

Meskipun film ini berporos pada Baby, justru para pemain pendukungnyalah yang ikut menulangpunggungi kekuatan film ini. Karakter Spacey hadir sebagai mentor yang tanpa belas ampun, yang mengutip dialog Monster Inc. untuk mendeskripsikan hubungannya dengan Baby. CJ Jones, aktor tuli, menghadirkan figure seorang ayah; sementara, Debora-nya Lily James menghadirkan sosok keibuan dalam diri Baby. Ada pula pasangan kriminal a la Bonnie & Clyde, yaitu Buddy (Jon Hamm) sang alpha-male dan Darling (Eiza Gonzales) yang anggun namun berbahaya. Belum lagi sosok Jamie Foxx yang menghadirkan sosok perampok nihilis, Bats, yang punya tim ngawur (Flea dari Red Hot Chili Pepper serta Lanny Joon, yang karakternya salah mengira Mike Myers adalah Michael Myers). Semua tokoh yang hadir di sisi Baby tampil sangat memuaskan, menguatkan kehadiran sesosok Baby.

Baby Driver (2017) – Jon Hamm, Eiza Gonzales, Ansel Elgort, & Jamie Foxx | Image via themoviedb
Baby Driver (2017) – Jon Hamm, Eiza Gonzales, Ansel Elgort, & Jamie Foxx | Image via themoviedb

Dengan soundtrack-nya yang eklektik (dimaklumi kalau banyak track yang jarang/tidak pernah dengar sebelumnya), cast yang super, serta sinematografi yang menyatu dengan musiknya, Baby Driver menandai kembalinya Edgar Wright dengan jukebox yang tancap gas tanpa ampun. Baby Driver menjadi sebuah romansa sekaligus aksi yang keras, kencang, indah sekaligus stylish.

Baby Driver (2017)

star4Baby Driver (2017) - Poster via themoviedb

Action, Crime, Music Penulis & Sutradara: Edgar Wright Pemeran: Ansel ElgortJon Hamm, Lily JamesKevin Spacey, Jamie Foxx Durasi: 112 mins Rated R

IMDb

Advertisements

Author: Paskalis Damar AK

A Bali-based blogger. A cinema loner and self-claimed movie fan since 2013. Public Relation in non-cinematic world. bit.ly/1iSSB2Q

Say something! Say something!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s