*Estimated Read Time: 5 mins

Setelah hampir dua dekade, Luc Besson akhirnya berhasil mewujudkan proyek impian yang sudah ia gagas semenjak The Fifth Element (1997). Valerian and the City of a Thousand Planets dijadikannya sebuah space adventure yang diadaptasi dari komik favoritnya saat masih bocah ‘Valérian and Laureline.’
Dengan kemegahan visual sebesar Avatar-nya Cameron dan universe penuh warna a la Star Wars (atau justru Jupiter Ascending-nya Wachowskis?) serta budget yang memecahkan rekor di Perancis, film ini jelas sebuah proyek ambisius Besson yang diusungnya dengan creative control penuh. Hasilnya adalah sebuah space odyssey elegan (cenderung over-the-top) yang saking elegannya justru terasa seperti ‘kebanyakan gaya.’ Sayangnya, ada satu hal yang tak Valerian miliki untuk menopang ambisinya: naskah yang kuat untuk mengakomodasi durasinya yang panjang dan visualnya yang megah.
Valerian and the City of a Thousand Planets (2017) – Dane DeHaan
Valerian langsung memberondong dengan keindahan intergalaktis yang inovatif sekaligus segar dalam 60 menit pertamanya yang memanjakan mata. Sedari montase sejarah Stasiun Luar Angkasa Alpha dengan footage dari abad 20 sampai abad 28 (yang dipenuhi dengan beraneka spesies—termasuk yang mirip Mondoshawans dari Fifth Element) sampai penggambaran Planet Mul yang eksotis, film ini langsung menggeber dengan visual yang luar biasa (termasuk dalam menggambarkan hari kiamat yang jauh dari ‘mengerikan’). Setelah semua gelaran tersebut, barulah film ini masuk ke narasi utamanya… kira-kira 20 menit dari opening-nya.
Pasca itu, diperkenalkanlah karakter utama film ini, yaitu Valerian (Dane DeHaan) bersama mitranya, Laureline (Cara Delevingne) yang sekaligus love interest-nya. Pasangan ini langsung dihadapkan pada sebuah misi untuk merebut seekor makhluk eksotis dari pasar gelap dan membawanya ke Alpha, yang sudah berevolusi menjadi Kota Seribu Planet dengan penghuni yang terdiri dari ribuan tipe spesies dari berbagai galaksi.
Dalam misi tersebut, Valerian kembali menampilkan sebuah set-piece yang sangat inovatif dalam wujud The Big Market, sebuah kompleks pasar unik yang menjadikan Jakku maupun Mos Eisley di Star Wars terasa seperti pasar loak biasa. Awalnya memang menjanjikan, namun semakin jauh misi rahasia itu berlangsung, justru semakin Valerian terasa menjenuhkan dengan narasi yang terlalu konvensional, tanpa letupan-letupan momen yang berarti. Terlebih, Besson seolah sengaja mengulur-ulur narasi konvensionalnya tersebut satu jam lebih panjang dari idealnya; akibatnya, 30 menit awalnya yang efektif menguap begitu saja.
Naskahnya tidak rapi dan terkesan terlalu padat dengan filler yang seolah disesakkan setiap 10 menit sekali. Kesannya Besson wajib menampilkan setiap dollar yang ia habiskan secara nyata, eksplisit dan meriah. Hasilnya justru terasa seperti ia berusaha terlalu keras menampilkan semuanya agar tidak rugi budget. Sayangnya, ambisi jutaan dollarnya itu harus dibayar mahal pula, terutama dalam storytellingnya. Yang paling jelas adalah pengembangan karakter yang nyaris absen. Kemudian, pace, koherensi, dialog yang bermakna dan villain menyusul di barisan selanjutnya, menjadikan film ini kaya visual tapi miskin substansi.
Valerian and the City of a Thousand Planets (2017) – Cara Delevingne
Dengan namanya tercantum jelas di judulnya, Valerian justru tak mendapat banyak perhatian dalam Valerian. Protagonis yang diperankan DeHaan ini terasa terlalu dangkal dan kikuk untuk dijadikan tokoh utama yang berarti, apalagi DeHaan gagal menghadirkan sosok Valerian sebagai tokoh yang penonton nanti-nanti. Delevingne mampu memberikan sedikit keseimbangan dalam cerita (meskipun karakternya sama sekali tidak memenuhi standar femme fatale seperti di film Besson yang sudah-sudah), namun karakternya justru tergeser popularitasnya oleh karakter-karakter pendukung seperti Bubble (Rihanna, dengan screen time yang agak terlalu lama) serta karakter pimp, Ethan Hawke. Sementara itu, Clive Owen… lupakan kalau ada dia di film ini.
Valerian memang mampu mengadirkan kembali kemegahan visual The Fifth Element dalam menggambarkan warna-warni intergalaktik, bahkan film ini sukses menggandakannya. Namun, space adventure ini sama sekali tidak berhasil menghadirkan suasana gritty yang jadi ciri khas film aksi Besson.

Valerian and the City of a Thousand Planets (2017)

Action, Sci-Fi, Fantasy Written & Directed by: Luc Besson based on comics by Pierre Christin & Jean-Claude Mézières Starred by: Dane DeHaanCara DelevingneClive Owen Runtime: 137 mins Rated PG-13
IMDb