Monday, May 23

Tag: Action

The Hunger Games: Catching Fire (2013)
Movie Review

The Hunger Games: Catching Fire (2013)

Singkat saja, ketika instalasi pertama The Hunger Games memperoleh kesuksesan komersial yang luar biasa, saya berpikir bahwa kesuksesan itu semata hanya karena kemampuan THG memberikan sesuatu yang tidak bisa Twilight Saga hadirkan, yaitu fokus. Ada perjuangan di sana--dan bukannya romance yang mendominasi plotnya. The 74th Hunger Games (untuk pertama kalinya) menghadirkan dua pemenang dari Distrik 12 dan menyulut api bagi sang presiden tiran, Snow. Kini, setelah pendapatannya yang hampir 9 kali lipat biaya produksinya dan Oscar Jennifer Lawrence, instalasi kedua THG-nya Suzanne Collins kembali ke layar. Well, there's more. Click here!
The World’s End (2013)
Movie Review

The World’s End (2013)

The World's End--film penutup trilogi Cornetto milik sutradara Edgar Wright dan aktor Simon Pegg ini memang--honestly--berbeda dengan kedua film pendahulunya. Tapi itu memang bukan masalah; lagipula, tim sutradara lama dan cast lama dengan formula lama bukanlah cara yang menarik untuk menutup suatu trilogi. Well, there's more. Click here!
Captain Phillips (2013)
Movie Review

Captain Phillips (2013)

Captain Phillips, judul macam apa itu? Terdengar "terlalu percaya diri" sekaligus membosankan--jika bukan karena Oscar things-nya (sutradara nominator Oscar dan bintang peraih Oscar-nya), saya pasti sudah melewatkannya. Namun, saya tidak melewatkannya dan saya tidak menyesali thriller berdurasi dua seperempat jam ini. Well, there's more. Click here!
THOR: The Dark World (2013)
Movie Review

THOR: The Dark World (2013)

Indonesia (bersama 21 negara lain) cukup beruntung bisa menyaksikan Thor: The Dark World satu minggu sebelum rilisnya di AS, jadi dengan sangat bijak, review ini ditulis dengan bahasa Indonesia untuk menghargai teman-teman di AS. Tapi, tetap saja: SPOILER ALERT! Thor: The Dark World telah membuktikan seberapa gelap kisah si dewa petir pirang ini bisa diceritakan. Meski tidak sedepresif prekuelnya dan tidak segelap The Dark Knight-nya Batman (yang judulnya sama-sama gelapnya), sekuel Thor ini tetap mengusung tone yang muram dengan motif yang dalam. Well, di film ini terlihat jelas bahwa dampak kejadian di Avengers telah mengekskalasi kisah-kisah di Marvel Universe. Setelah Ironman yang mengalami serangan panik di instalasinya yang ketiga, Thor justru mengalami pendewasaan. Well, pendewasaan...
R.I.P.D. (2013)
Movie Review

R.I.P.D. (2013)

R.I.P.D sebenarnya bisa menjadi film yang sangat menghibur summer ini; bagaimana tidak? Judulnya saja sudah 'nyeleneh' Rest in Peace Department. Apalagi didukung dengan budget 130 juta dollar-nya, dan bintang kaliber beda generasi, Ryan Reynolds (yang sedang panas) dan Jeff Bridges, serta sutradara yang pernah menonjok dengan RED, Robert Schwentke. Dengan premis yang terasa seperti Men in Black dicampur Ghostbuster, atau lebih tepatnya Spawn dan Constantine, adaptasi komik Dark Horse dengan judul yang sama ini bisa saja jadi hit, tapi sayangnya nasib belum ke arah sana. Well, there's more. Click here!
Elysium (2013): Definitely Blomkamp’s!
Movie Review

Elysium (2013): Definitely Blomkamp’s!

Di tahun 2009, Neill Blomkamp, sutradara asal Afrika Selatan menggambarkan diskriminasi rasial yang terjadi di negaranya dengan gimmick sci-fi alien dalam District 9; film yang akhirnya menjadi milestone bagi diirnya dan bagi perfilman sci-fi modern. Di 2013, Blomkamp kembali dengan budget yang lebih besar untuk menggambarkan masalah sosial lain dengan gimmick yang sama. Kini, ia menggambarkan kesenjangan sosial sekaligus permasalahan imigran gelap dalam Elysium. (more…)
The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”
Movie Review

The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”

The Wolverine, IMHO, bisa menjadi film yang berpotensi besar memisahkan penontonnya menjadi "sangat benci" dan "suka" (cukup suka, not too much). Para penonton awam akan merasa tidak ada yang salah dengan film ini, sementara mereka yang sudah menyaksikan  5 film X-Men sebelumnya akan menganggap The Wolverine sebagai spine-off kecil dengan bonus besar. Jadi, review ini akan saya netralkan dengan opini pribadi saya saja. (more…)
PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!
Movie Review

PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!

Guillermo del Toro membawa pulang pattern-nya membawa makhluk-makhluk cutting edge ke dalam filmnya (setelah absen di Mama, of course). Kalau dulu di franchise Hellboy serta Blade, Del Toro membuat makhluk-makhluk komikal, lalu di Pan's Labirynth, membawa makhluk mitologi, kini ia membawa sesuatu yang lebih besar (in an excessive way, of course): monster-monster reptil raksasa melawan robot-robot raksasa (yang lebih raksasa daripada franchise Transformers). Bagi mereka yang sejak kecil dijejali dengan pertempuran mecha melawan gojira dan variannya, Pacific Rim menjadi perwujudan fantasi mereka dengan tense yang lebih maksimal. (Yakinlah, sebrutal apapun monster dalam dunia animasi, maupun tokusatsu, ancaman mereka tidak akan menghadirkan goosebump semengerikan "apocalypse!") (more…)
INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before
Movie Review

INK (2009): New Dream Experience You May Not Experience Before

Ink (film indie yang disutradarai oleh Jamie Winans), adalah sebuah fairytale modern, yang keluar dari pattern fairytale. Cerita dan visualisasinya gelap, teknik pengambilan gambarnya pun terlalu tajam, dikemas dengan budget minimalis. Jika Anda kehabisan film box office untuk ditonton, mungkin Ink bisa menjadi solusi untuk memuaskan "movielust" Anda. Bukan dengan segala macam tittle-tattle yang disuguhkan film box office, namun dengan premis dan plot serta pace cerita indie, yang memang kurang menjual, tapi cukup segar. (more…)
Movie Review

Point of Steel for ‘MAN OF STEEL’ (2013)

Akhirnya saya mendapatkan cara paling 'delighting' dalam me-review the so-called Supes, dalam film pertamanya yang tidak memakai judul 'Superman', yaitu Man of Steel. Cara itu adalah dengan menuliskan 10 poin. Kenapa 10? Simply familiar aja. Well, let's shoot! (more…)

Twitter Timeline

error: Content is protected !!