Monday, January 17

Tag: 2013

Gravity (2013)
Movie Review

Gravity (2013)

In 372 miles above the the Earth, there are some absolute rules: air temperature always fluctuates, sound cannot spread, no air pressure, no oxygen at all, and most important, no gravity. These rules eventually makes Gravity the most realistic and stunning movie about zero-gravity condition which has ever been filmed. More about space and gravity inside.
R.I.P.D. (2013)
Movie Review

R.I.P.D. (2013)

R.I.P.D sebenarnya bisa menjadi film yang sangat menghibur summer ini; bagaimana tidak? Judulnya saja sudah 'nyeleneh' Rest in Peace Department. Apalagi didukung dengan budget 130 juta dollar-nya, dan bintang kaliber beda generasi, Ryan Reynolds (yang sedang panas) dan Jeff Bridges, serta sutradara yang pernah menonjok dengan RED, Robert Schwentke. Dengan premis yang terasa seperti Men in Black dicampur Ghostbuster, atau lebih tepatnya Spawn dan Constantine, adaptasi komik Dark Horse dengan judul yang sama ini bisa saja jadi hit, tapi sayangnya nasib belum ke arah sana. Well, there's more. Click here!
The Mortal Instruments: City of Bones (2013)
Movie Review

The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

The Mortal Instruments: City of Bones adalah film adaptasi best-selling novel untuk young-adult kedua yang saya saksikan Agustus 2013 ini, setelah Percy Jackson: Sea of Monsters. Jika Sea of Monsters terjebak dalam eksplorasi kisahnya sendiri, City of Bones justru terjebak dalam orisinalitas kisahnya sendiri. I wouldn't say it's a bad movie; it's just a disappointing one. Well, there's more. Click here!
Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)
Movie Review

Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)

Jeda 3 tahun sejak rilisnya The Lightning Thief menuju Sea of Monsters mungkin sudah mereduksi sebagian besar memori akan franchise adaptasi buku Rick Riordan ini. Pamor Percy Jackson pun jauh tertinggal dari pendahulunya, Harry Potter, dan penerusnya, The Hunger Games. Terlebih, Logan Lerman, si Percy Jackson, pun lebih dikenal lewat The Perks of Being A Wallflower. Lantas, bagaimanakah nasib franchise ini dalam Sea of Monsters? (more…)
Elysium (2013): Definitely Blomkamp’s!
Movie Review

Elysium (2013): Definitely Blomkamp’s!

Di tahun 2009, Neill Blomkamp, sutradara asal Afrika Selatan menggambarkan diskriminasi rasial yang terjadi di negaranya dengan gimmick sci-fi alien dalam District 9; film yang akhirnya menjadi milestone bagi diirnya dan bagi perfilman sci-fi modern. Di 2013, Blomkamp kembali dengan budget yang lebih besar untuk menggambarkan masalah sosial lain dengan gimmick yang sama. Kini, ia menggambarkan kesenjangan sosial sekaligus permasalahan imigran gelap dalam Elysium. (more…)
Before Midnight (2013): A Concluding Conversation After 18 Years
Movie Review

Before Midnight (2013): A Concluding Conversation After 18 Years

Pada tahun 1995, seorang pemuda Amerika bertemu dengan seorang gadis Prancis di sebuah kereta menuju ke Austria. Jesse (Ethan Hawke), sang pemuda berhasil mengajak Celine (Julie Delpy), sang gadis untuk turun dan berbincang-bincang menghabiskan waktu; keduanya yang masih sangat naif dan penuh keoptimisan, saling jatuh cinta dan berjanji akan bertemu lagi di suatu saat seperti terangkum dengan jujur dan apa adanya di Before Sunrise. Sembilan tahun kemudian, pada tahun 2004, Jesse yang saat itu tengah dirundung masalah pernikahan yang sangat kronis kembali bertemu dengan Celine dengan permasalahan hubungannya yang sama menyedihkannya di Paris. Keduanya, yang saat itu sudah lebih dewasa, lebih realistis, dan lebih memahami kehidupan, kembali menghabiskan waktu berdua, kali ini lebih serius da...
The Conjuring (2013): Box Office of Terror
Movie Review

The Conjuring (2013): Box Office of Terror

James Wan menghadirkan lagi horror tradisionalnya (persilangan film horror Barat dengan gaya Asia) lewat film terbarunya, The Conjuring. Setelah sebelumnya ia memanifestasikan pemikiran "terror"-nya lewat Saw dan the so-called Insidious, ia kembali lagi dengan formula standarnya namun dengan pendekatan yang berbeda: Sebuah horror modern dengan sentuhan vintage yang menegangkan. (more…)
The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”
Movie Review

The Wolverine (2013): A Greeting “Spine-Off”

The Wolverine, IMHO, bisa menjadi film yang berpotensi besar memisahkan penontonnya menjadi "sangat benci" dan "suka" (cukup suka, not too much). Para penonton awam akan merasa tidak ada yang salah dengan film ini, sementara mereka yang sudah menyaksikan  5 film X-Men sebelumnya akan menganggap The Wolverine sebagai spine-off kecil dengan bonus besar. Jadi, review ini akan saya netralkan dengan opini pribadi saya saja. (more…)
2013: Best of the First Half
Sinek-Talk

2013: Best of the First Half

Semester pertama tahun 2013 sudah berlalu, hampir 3 minggu lalu. Selama rentang waktu itu beberapa film telah rilis dan memberikan 'cap' bahwa babak pertama 2013 ini didominasi oleh film yang angin-anginan. But, even so, masih ada film-film segar yang menurut saya pantas menjadi best movie of 2013, semester pertama. (Subyektif? Memang inilah list subyektif) (more…)
PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!
Movie Review

PACIFIC RIM (2013): Today, we are cancelling the apocalypse!

Guillermo del Toro membawa pulang pattern-nya membawa makhluk-makhluk cutting edge ke dalam filmnya (setelah absen di Mama, of course). Kalau dulu di franchise Hellboy serta Blade, Del Toro membuat makhluk-makhluk komikal, lalu di Pan's Labirynth, membawa makhluk mitologi, kini ia membawa sesuatu yang lebih besar (in an excessive way, of course): monster-monster reptil raksasa melawan robot-robot raksasa (yang lebih raksasa daripada franchise Transformers). Bagi mereka yang sejak kecil dijejali dengan pertempuran mecha melawan gojira dan variannya, Pacific Rim menjadi perwujudan fantasi mereka dengan tense yang lebih maksimal. (Yakinlah, sebrutal apapun monster dalam dunia animasi, maupun tokusatsu, ancaman mereka tidak akan menghadirkan goosebump semengerikan "apocalypse!") (more…)
The Blue Umbrella (2013): Simfoni Hujan a la Pixar
Movie Review

The Blue Umbrella (2013): Simfoni Hujan a la Pixar

Saat rintik hujan mulai turun, seluruh kota menjadi hidup dalam simfoni yang syahdu. Di antara lautan payung hitam di sepanjang jalan, dua buah payung yang berbeda; yang satu berwarna biru dan yang satu berwarna merah saling tertarik. Tanpa dialog, hanya ditemani alunan melodi sederhana, kita diajak mengikuti perjalanan "cinta" kedua payung tersebut yang tidak mudah, namun menggugah. Dipisahkan oleh alam, namun disatukan lagi oleh takdir. Semua dirangkum dalam film animasi pendek yang berjudul "The Blue Umbrella." (more…)
Movie Review

Point of Steel for ‘MAN OF STEEL’ (2013)

Akhirnya saya mendapatkan cara paling 'delighting' dalam me-review the so-called Supes, dalam film pertamanya yang tidak memakai judul 'Superman', yaitu Man of Steel. Cara itu adalah dengan menuliskan 10 poin. Kenapa 10? Simply familiar aja. Well, let's shoot! (more…)
Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013
Movie Review

Stoker (2013): Estetika Visual ala 2013

Stoker bisa jadi hiburan paling menghibur secara visual sepanjang 2013 ini. Bukan karena CGI-nya atau karena costume karakternya yang menarik, tapi karena visualisasinya sendiri yang "fancy." (more…)

Twitter Timeline

error: Content is protected !!